Religi

Simak! Hukum Mandi Wajib di Siang Hari Saat Puasa

Jakarta, Deras.id – Mandi wajib harus dilakukan jika muslim dalam keadaan memiliki hadas besar atau junub. Karena Ketika dalam kondisi junub maka ibadah tidak diterima. Lantas bagaimana jika mandi wajib dilakukan pada siang hari apakah puasa tetap sah?

Mengenai kewajiban mandi besar ketika junub atau berhadas besar dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6. Allah SWT berfirman,

… وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ …

Artinya: “.. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah …”

Sebuah judul buku berjudul 100 Tanya jawab Seputar Bersuci yang ditulis oleh Rifa’i Al Fandy & Iqbl Setyarso. Seseorang wajib melaksanakan mandi besar jika dalam keadaan haid, nifas, melahirkan atau wiladah, jima’ atau bersetubuh, keluarnya mani dan kematian. Dan waktu untuk melakukannya yakni sebelum subuh seperti yang dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al Malibari yang dijelaskan dalam buku 33 Pertanyaan Populer Seputar Puasa Ramadan yang ditulis oleh Ahmada Muhaisin B Syarbaini. Alasannya dianjurkannya agar bisa memulai puasa dalam keadaan suci seperti yang dijelaskan dalam buku Fikih Puasa yang ditulis oleh Ali Musthafa Siregar.

Baca Juga:  Peristiwa Penting dalam Sejarah Tanah Suci Makkah

Mengenai sah tidaknya jika seseorang melakukan mandi wajib di siang hari dijelaskan dalam buku Fikih Wanita yang ditulis oleh Muhammad Utsman Al-Khayst, jika wanita haid dan darahnya telah berhenti sebelum fajar namun belum sempat bersuci atau mandi wajib maka diperbolehkannya untuk berpuasa. Sebab tidak disyaratkan bagi orang yang berpuasa untuk terbebas dari keadaan junub. Sementara itu, hukum wanita yang telah berhenti haidnya pada waktu sebelum fajar itu sama dengan orang junub.

Kemudian, terdapat sebuah hadis diriwayatkan oleh Ummu Salamah yang menjelaskan Nabi Saw menunda mandi wajib hingga waktu Subuh tetapi puasanya tetap sah. Ummu Salamah berkata, “Adalah Rasulullah pernah di waktu Subuh masih dalam keadaan junub lantaran jima’ (sebelum Subuh) bukan lantaran ihtilam. Selanjutnya beliau tetap berpuasa dan tidak mengqadhanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Tradisi Membangunkan Sahur di Beberapa Negara

Namun berbeda pendapat, menurut Quraish Shihab dalam buku M Quraish Shihab Menjawab, mandi wajib setelah mimpi basah di malam hari tidak boleh dilakukan pada siang hari. Hal tersebut bukan karena dapat membatalkan puasa, melainkan seorang muslim harus melaksanakan salat Subuh maka mandi wajib harus dikerjakan sebelum waktu Subuh berakhir.

Dikutip dari Muhammad Anis Sumaji dalam buku 125 Masalah Puasa, mandi wajib setelah Subuh tetap dibolehkan jika ia melakukannya segera sebab ada kewajiban salat. Karena, salah satu syarat sahnya salat adalah suci dari hadas besar.

Dijelaskan dalam buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW oleh Muhammad Ridho al-Thurisinai. Salah satu alasan bahwa suci dari hadas besar bukan termasuk syarat sah puasa adalah jika seseorang tidur dan mimpi basah di siang hari bulan Ramadan. Puasanya tetap sah meskipun tidak segera mandi wajib, tetapi mandi wajib harus dilakukan ketika akan melaksanakan salat.

Baca Juga:  Kenapa Harus Mencari Hilal Untuk Menentukan Awal dan Akhir Puasa Ramadhan?

Penulis: Una l Editor: Ifta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda