Religi

Simak, Begini Adab Bersin dalam Islam

Jakarta, Deras.id – Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga adab salah satunya yakni ketika bersin. Dalam sebuah buku yang berjudul Buku Pintar Sains dalam Al-Quran yang disusun Nadiah Thayyarah, diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ maka bagi muslim yang mendengarnya patut membaca ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap, ia termasuk perbuatan setan. Jika salah seorang dari kalian menguap, hendaknya ia menutup mulutnya sebisa mungkin. Karena jika salah seorang dari kalian menguap, setan akan menertawakannya.” (HR Bukhari)

Dijelaskan dalam buku Ringkasan Sunnah yang ditulis oleh KH Rachmat Morado Sugiarto Lc MA al-Hafizh.

Baca Juga:  Azab Pezina, Dibakar Hingga Dimasukan ke Neraka Jahanam

Pertama, menutup hidung dengan kain. Yang dimaksud menutup hidung ini bisa menggunakan sapu tangan atau pun tisu dengan maksud agar virus tidak menyebar. Dari Abu Hurairah ia berkata,

“Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila bersin beliau menutup wajahnya dan menyembunyikan bersinnya.” (Musnad al-Huamaidi, 2/289 hadits 1191 dari sufyan berkata: Ibnu Ajlan dari Sumai dari Abi Shalih dari Abu Hurairah. Shahih)

Kedua, mengucapkan alhamdulillah setelah bersin. Setiap bersin ia harus mengucapkan hamdalah. Sementara orang yang mendengarnya membaca yarhamullah jika yang bersin laki-laki dan yarhamukillah jika yang bersin perempuan.

Ketiga, merendahkan suara bersin. Bagi yang bersin dianjurkaan untuk merendahkan suaranya. Bersin merupakan reaksi bilogis yang alami sehingga tidak bisa dikontrol oleh karena itu jika merasa akan bersin supaya tidak mengejudkan maka dianjurkan menggunakan kain dan meletakannya ke wajah untuk meredam suara bersin tersebut.

Baca Juga:  Perbedaan Pendapat para Ulama’ Terkait Masuknya Waktu Shalat Asar

Dalam sebuah hadits Rasulullah menyebutkan tentang anjuran mendoakan yang bersin.

“Seorang muslim memiliki lima keharusan kepada muslim yang lain: menjawab salam, menengok yang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pada riwayat lainnya disebutkan terkait ancaman bagi mereka yang tidak mendoakan muslim lain saat mendengarnya bersin. Dari Sa’id bin Jubair, dia berkata, “Barang siapa yang bersin di dekat saudaranya namun dia tidak mendoakannya, berarti dia memiliki utang yang akan ditagih pada hari kiamat.”

Sementara bagi yang bersin juga dibebankan kewajiban serupa untuk membaca doa. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Jika salah seorang di antara kamu bersin, maka ucapkanlah. ‘Segala puji bagi Allah.’ Dan ucapkanlah oleh saudaranya, ‘Semoga Allah merahmatimu.'” (HR Bukhari)

Baca Juga:  Amalan 10 Hari Pertama Zulhijah, Sebanding dengan Pahala Jihad

Namun sebaliknya, Rasulullah mengajarkan dalam sebuah hadis agar muslim tidak menjawab doa orang yang bersin di dekatnya bila orang yang bersangkutan tidak membaca dia ketika bersin.

Hal ini dilandasi dari cerita Anas bin Malik RA yang melihat ada dua orang bersin di dekat Rasulullah SAW.

Namun, Rasulullah SAW hanya membaca doa pada salah satu orang yang bersin tersebut. Setelahnya, fulan yang tidak didoakan Rasulullah SAW itu pun bertanya pada Rasulullah SAW mengenai perbedaan perlakuan tersebut. Lalu, Rasulullah SAW berkata padanya, “Dia mengucapkan hamdalah ketika bersin, sedangkan kamu tidak.” (HR Muttafaq’alaih)

Penulis: Una l Editor: Ifta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda