Religi

Doa Agar Hujan Menjadi Berkah

Jakarta, Deras.id – Sebagai umat Islam hujan merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT yang memberikan keberkahan. Dalam Al-Qur’an pun juga dijelaskan mengenai proses terjadinya hujan. Seperti yang dijelaskan dalam surat Az-Zukhruf ayat 11:


وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ



Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Bahkan ada pula doa meminta hujan.


اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا



Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

Bukan hanya itu, ada doa yang dipanjatkan setelah turun hujan.


مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه

Baca Juga:  Beberapa Hal yang Dilarang saat Ziarah Kubur


Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.
Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang. Dimana doa tersebut menunjukan keimanan bahwa orang tersebut meyakini fenomena alam yakni hujan tersebut adalah rahmad Allah SWT.

Selain itu ada juga doa agar hujan tersebut berhenti dan dialihkan ke tempat yang lokasinya lebih diperlukan.


اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ



Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Baca Juga:  Keutamaan Menyusui dalam Islam

Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

Ada juga doa yang dipanjatkan ketika hujan lebat. Dimana hal ini ditujukan agar hujan tersebut tidak mengakibatkan banjir atau hal negatif lainnya.


اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظُّرَابِ وَالْأَوْدِيَّةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ



Arab latin: Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal aakaami wal jibaali wal aajaami wazh-zhiraabi wal audiyati wa manaabitisy-syajari.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai nikmat bagi kami, bukan sebagai siksa atas kami.Ya Allah, berikanlah hujan ke dataran tinggi, gunung, ngarai, anak bukit, lembah dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.

Baca Juga:  Mewarnai Rambut Menurut Pendapat Ulama

Penulis: Una l Editor: Ifta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda