Jakarta, Deras.id – Proses seluruh pembahasan Rencana Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akhirnya selesai dilaksanakan. Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani juga ikut hadir dalam acara tersebut seperti yang dikutip di akun Instagram pribadinya, @smindrawati pada Jum’at, 30/9/22 sore.
Dalam unggahan fotoya tersebut Sri Mulyani mengatakan, pihaknya turut menghadiri pembicaraan tingkat II dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), untuk pengambilan keputusan terhadap RUU APBN Tahun 2023 mendatang.
“APBN 2023 kembali didesain sebagai instrumen stabilisasi (shock absorber) agar dampak negatif kenaikan harga komoditas dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya
Menurut dia, keputusan Pemerintah bersama DPR untuk melakukan konsolidasi fiskal pada tahun 2023 mendatang merupakan keputusan yang benar dan penting. Bagi Sri Mulyani, mengembalikan kesehatan APBN yang telah bekerja extraordinary tersebut adalah langkah bijak dalam menghadapi turbulensi global dan melesatnya cost of found yang begitu cepat.
“Pendapatan negara dalam APBN TA 2023 direncanakan sebesar Rp. 2.463 triliun dan Penerimaan Perpajakan sebesar Rp. 2.021,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) Rp. 441,4 triliun. Sementara itu, Belanja Negara direncanakan sebesar Rp. 3.061,2 triliun, yang dialokasikan melalui Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp. 2.246,5 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp. 814,7 triliun,” tulisnya
Sementara selain itu, defisit APBN TA 2023 juga sudah ditetapkan sebesar Rp. 2,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang secara normal, lanjut Sri Mulyani, yakni sekitar Rp. 598,2 triliun. Defisit ini lanjut dia, merupakan penurunan secara bertahap dari 6,14 persen, dan pada tahun 2020 berkisar 4,57 persen, lalu tahun 2021 4,50 persen yang sesuai dala Perpres 98 Tahun 2022
“Saya sangat menghargai dukungan DPR untuk terus melanjutkan kebijakan ekonomi dan keuangan negara yang tepat, efektif, dan terkoordinasi. Semua demi Indonesia yang tetap tangguh dan tumbuh, bertransformasi menjadi negara yang semakin maju, makmur, adil, dan merata,” Tutupnya.
Penulis: Putra l Editor: Rifai












