BeritaDaerah

Ketua Komisariat PMII Bela Negara UPNVJT Soroti Krisis Relasi Generasi Muda di Era Disrupsi Digital

Surabaya, Deras.Id – Ketua Komisariat PMII Komisariat Bela Negara UPN “Veteran” Jawa Timur, Muhammad Rafly, menyoroti fenomena krisis relasi sosial di kalangan generasi muda yang dinilai semakin kompleks di era disrupsi digital saat ini. Fenomena tersebut terlihat dari maraknya hubungan bebas tanpa kepastian, konflik personal yang berujung viral di media sosial, hingga menurunnya kesadaran etika dalam membangun relasi antarsesama.

Menurut Rafly, perkembangan teknologi dan media sosial memang mempermudah komunikasi, namun di sisi lain juga memunculkan pola hubungan yang cenderung instan dan minim tanggung jawab emosional. Akibatnya, banyak persoalan pribadi yang seharusnya diselesaikan secara dewasa justru berubah menjadi konsumsi publik dan memicu penghakiman massal di ruang digital.

“Generasi muda hari ini hidup di tengah era disrupsi digital yang bergerak sangat cepat. Sayangnya, percepatan teknologi tidak selalu diiringi dengan kedewasaan emosional dan kesadaran etika dalam membangun relasi,” ujarnya.

Ia menilai, fenomena tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan individual semata. Ada faktor sosial yang turut memengaruhi, mulai dari budaya validasi media sosial, lemahnya pendidikan emosional, hingga lingkungan pergaulan yang semakin permisif terhadap hubungan tanpa komitmen dan tanggung jawab yang jelas.

Selain itu, Rafly juga menyoroti bagaimana media sosial saat ini sering kali menjadi ruang pelampiasan konflik personal. Tidak sedikit persoalan hubungan yang akhirnya berkembang menjadi saling membuka privasi, saling menyerang, bahkan memunculkan opini publik yang belum tentu memahami fakta secara utuh.

“Ruang digital seharusnya tidak menjadi tempat untuk saling menghakimi. Ketika konflik personal dibawa ke media sosial, sering kali masyarakat hanya melihat potongan cerita tanpa memahami keseluruhan persoalan,” lanjutnya.

PMII Komisariat Bela Negara UPN “Veteran” Jawa Timur memandang bahwa generasi muda perlu dibekali pemahaman mengenai relasi yang sehat, kesadaran tentang batas privasi, serta pentingnya tanggung jawab moral dalam pergaulan. Menurut Rafly, kebebasan dalam berinteraksi tetap harus diiringi dengan etika dan penghormatan terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai kelompok intelektual untuk menghadirkan budaya pergaulan yang lebih sehat di lingkungan kampus maupun masyarakat. Kampus, kata dia, tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan kedewasaan sosial.“Kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda kehilangan etika, empati, dan tanggung jawab dalam membangun relasi. Sebab pada akhirnya, krisis terbesar di era digital bukan hanya soal teknologi, melainkan hilangnya kesadaran untuk tetap memanusiakan manusia,” pungkas Rafly.

Penulis: Rendra Dharmawan, Mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor: AgusW

Show More
Dapatkan berita terupdate dari Deras ID di:

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda, Untuk Menikmati Konten Kami