Lamongan, Deras.Id – SD Negeri Beru, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi LIDI SERU (Literasi Digital SDN Beru) sebagai upaya meningkatkan minat baca sekaligus kompetensi literasi peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program yang diluncurkan pada Oktober 2023 tersebut hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya kebiasaan membaca siswa. Kondisi itu antara lain dipengaruhi keterbatasan koleksi buku bacaan, belum terbiasanya siswa membaca, serta kecenderungan menggunakan gadget untuk bermain gim dan bermedia sosial dibandingkan mengakses bahan bacaan atau pengetahuan.
Kepala SD Negeri Beru bersama para guru kemudian mengembangkan LIDI SERU sebagai platform buku digital ramah anak yang dapat diakses siswa kapan dan di mana saja selama tersedia jaringan internet. Inovasi ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan sarana perpustakaan sekolah yang belum memiliki gedung perpustakaan dan koleksi buku bacaan ramah anak yang memadai.
Melalui LIDI SERU, siswa dibiasakan membaca selama 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Buku digital dikelompokkan berdasarkan kemampuan membaca siswa, mulai dari Jenjang A (Pembaca Dini) hingga Jenjang E (Pembaca Mahir) sehingga bahan bacaan dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Tidak berhenti pada aktivitas membaca, program tersebut juga mendorong siswa memahami dan mengomunikasikan kembali informasi yang diperoleh. Setiap Selasa pagi, siswa mendapat kesempatan mengikuti Pentas Bercerita untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya di hadapan teman-teman.
Kegiatan literasi juga diperluas ke lingkungan keluarga. Siswa didorong membaca buku digital di rumah, sedangkan orang tua berperan mendampingi anak melalui kegiatan membaca dan mendongeng sebelum tidur. Dengan demikian, penggunaan gadget diarahkan dari aktivitas hiburan semata menjadi sarana belajar dan pengembangan literasi.
Guru turut melakukan pemantauan aktivitas membaca siswa dan mengevaluasi perkembangan kemampuan membaca secara berkala. Hasil pemantauan kemudian dikomunikasikan kepada orang tua melalui grup WhatsApp sehingga sekolah dan keluarga dapat bersama-sama mengetahui perkembangan literasi anak.
Inovasi LIDI SERU menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Rapor Pendidikan, persentase peserta didik yang mencapai kompetensi minimum literasi meningkat dari 76,92 persen pada 2024 menjadi 83,33 persen pada 2025, atau mengalami peningkatan sebesar 6,41 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan pembiasaan membaca, kegiatan bercerita, serta keterlibatan orang tua dapat menjadi pendekatan alternatif untuk memperkuat budaya literasi di sekolah dasar.
Selain meningkatkan kemampuan literasi, LIDI SERU juga membangun hubungan positif antara sekolah, peserta didik, dan orang tua. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
Program ini sekaligus mendukung agenda peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan, termasuk kontribusi terhadap program prioritas PERINTIS (Pendidikan Berkualitas dan Gratis) serta upaya mewujudkan Kabupaten Lamongan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
Melalui LIDI SERU, SD Negeri Beru membuktikan bahwa keterbatasan sarana konvensional tidak harus menjadi hambatan dalam membangun budaya membaca. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat dan melibatkan keluarga, gadget dapat diarahkan menjadi pintu masuk bagi siswa untuk membaca, bercerita, belajar, dan mengembangkan kompetensi literasi secara berkelanjutan.
Penulis: AW









