Lamongan, Deras.Id — SD Negeri Baturono mengembangkan inovasi CLBK CIE (Cinta Literasi melalui e-liBrary untuk Generasi Masa Kini. Cerdas Inovatif krEatif) sebagai upaya meningkatkan minat baca sekaligus membangun budaya literasi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Program tersebut lahir dari kebutuhan sekolah untuk menghadirkan pendekatan literasi yang sesuai dengan karakter generasi saat ini. Penggunaan telepon pintar dan komputer yang semakin dekat dengan kehidupan siswa diarahkan agar tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar yang edukatif dan produktif.
Melalui CLBK CIE, SDN Baturono menghadirkan e-library yang dapat diakses siswa melalui perangkat digital. Kehadiran perpustakaan elektronik ini memberikan alternatif bagi siswa untuk memperoleh bahan bacaan secara lebih mudah dan fleksibel, baik saat berada di sekolah maupun di rumah.
Kepala SDN Baturono melalui program tersebut mendorong perubahan kebiasaan siswa dalam memanfaatkan teknologi. Aktivitas digital yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk bermain diarahkan menjadi kegiatan membaca, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
“CLBK CIE menjadi upaya sekolah untuk mendekatkan kegiatan literasi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Teknologi yang sudah akrab dengan mereka kami manfaatkan sebagai media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca,” demikian semangat yang dikembangkan dalam pelaksanaan program tersebut.
Pelaksanaan inovasi dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pertama, sekolah mengembangkan dan menyediakan e-library dengan koleksi buku elektronik yang menarik serta edukatif. Kedua, e-library diintegrasikan sebagai sumber belajar tambahan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui tugas dan proyek berbasis literasi digital.
Selanjutnya, sekolah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada siswa, guru, serta orang tua agar seluruh pihak memahami cara memanfaatkan e-library. Kegiatan literasi kemudian dilaksanakan secara rutin melalui berbagai aktivitas, seperti membaca, diskusi buku, lomba membaca, hingga proyek literasi berbasis teknologi.
Pelibatan orang tua menjadi salah satu aspek penting dalam inovasi ini. Dengan akses e-library dari rumah, orang tua dapat mendampingi anak membaca sekaligus membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga.
Program CLBK CIE juga dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengetahui tingkat pemanfaatan e-library serta efektivitas kegiatan literasi. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk melakukan penyempurnaan program secara berkelanjutan.
Inovasi tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah keluaran, antara lain tersedianya e-library sebagai sarana literasi digital, terlaksananya kegiatan literasi berbasis teknologi, meningkatnya akses siswa dan orang tua terhadap bahan bacaan digital, serta terbentuknya pembiasaan membaca di sekolah dan rumah.
Lebih luas, CLBK CIE diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan minat dan kegemaran membaca serta penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Lamongan. Data yang digunakan dalam inovasi ini menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Lamongan meningkat dari 65,90 persen pada 2023 menjadi 66,21 persen pada 2024.
Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, SDN Baturono berharap CLBK CIE mampu membentuk generasi yang tidak hanya dekat dengan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan membaca, berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang produktif.
Dengan demikian, perpustakaan tidak lagi dipandang sebatas ruang penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi layanan literasi yang lebih fleksibel, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.
Penulis: AW









