Lamongan, Deras.Id — SD Negeri Kalanganyar menghadirkan inovasi PAHAFSI (Papan Hafalan Siswa) sebagai strategi untuk meningkatkan minat baca, daya ingat, dan pemahaman siswa melalui media pembelajaran visual yang interaktif dan menyenangkan.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pembelajaran di sekolah dasar, khususnya masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan memahami informasi dan mengingat materi pembelajaran. Metode hafalan yang selama ini cenderung dilakukan secara konvensional dinilai kurang mampu mengakomodasi karakter belajar siswa yang membutuhkan pengalaman visual, aktif, dan menyenangkan.
Melalui PAHAFSI, SDN Kalanganyar memanfaatkan berbagai ruang publik sekolah, seperti koridor, area sekitar perpustakaan, dan kantin, sebagai ruang belajar terbuka. Papan hafalan dirancang dengan ketinggian sekitar 110 sentimeter agar mudah dijangkau siswa sekolah dasar dan dilengkapi materi tematik yang dapat dipelajari secara mandiri.
Keunikan PAHAFSI terletak pada perpaduan pembelajaran fisik dan digital. Setiap papan dilengkapi QR Code yang menghubungkan siswa dengan lebih dari 50 konten audiovisual pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya membaca dan menghafal materi yang terdapat pada papan, tetapi juga dapat memperoleh penguatan melalui konten digital.
“PAHAFSI kami rancang agar kegiatan menghafal tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang monoton. Siswa dapat melihat, membaca, mencoba mengingat, kemudian menguji pemahamannya melalui aktivitas yang menyenangkan,” demikian konsep yang dikembangkan dalam inovasi tersebut.
PAHAFSI juga menerapkan unsur gamifikasi literasi melalui mekanisme hafal, kuis, dan penghargaan. Siswa dapat mengumpulkan kartu kolektor serta memperoleh poin sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong motivasi belajar sekaligus membangun kebiasaan belajar secara mandiri.
Dalam implementasinya, PAHAFSI menggunakan metode 5T, yakni Tatap, Telaah, Tangkap, Terapkan, dan Tunjukkan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk mengamati materi, memahami informasi, mengingat konsep, menerapkannya, serta menunjukkan kembali pemahamannya.
Program tersebut dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama berupa analisis kebutuhan, penyusunan konten, serta pembuatan prototipe. Tahap kedua mencakup produksi dan pemasangan 15 unit papan PAHAFSI pada sejumlah lokasi strategis sekolah, integrasi QR Code, serta pelatihan guru. Tahap ketiga merupakan implementasi terbuka, monitoring, dan evaluasi.
Dalam penerapannya, sekolah menargetkan tersedianya lima tema pembelajaran dengan dukungan lebih dari 50 konten audiovisual. Sistem pemantauan juga dilakukan melalui buku pantau guru dan pencatatan aktivitas pemindaian QR Code.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, PAHAFSI diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kaya stimulus literasi. Waktu istirahat yang sebelumnya berpotensi diisi dengan aktivitas non-edukatif diarahkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan media belajar, membaca, berdiskusi, dan mengikuti kuis sederhana.
SDN Kalanganyar menargetkan sekitar 80 persen siswa mengalami peningkatan skor pemahaman bacaan dan hafalan, serta tingkat kepuasan siswa dan guru mencapai 90 persen. Dalam jangka tiga bulan, inovasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar dan pemahaman bacaan hingga 35 persen serta penguasaan kosakata sekitar 38 persen.
Melalui PAHAFSI, SDN Kalanganyar tidak sekadar menghadirkan papan informasi di lingkungan sekolah, tetapi membangun “kelas tanpa dinding” yang memungkinkan proses belajar berlangsung kapan saja dan di berbagai sudut sekolah.
Inovasi ini sekaligus memperkuat upaya sekolah dalam menciptakan budaya literasi yang aktif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hafalan yang sebelumnya identik dengan aktivitas berulang dan monoton diubah menjadi pengalaman belajar multisensori yang memadukan literasi, teknologi, kreativitas, dan permainan.









