BeritaDaerah

MegNotek Dorong Peningkatan Inovasi dan Daya Saing Kabupaten Lamongan

Lamongan, Deras.Id – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menghadirkan MegNotek (Megilan Inovasi dan Teknologi) sebagai strategi memperkuat ekosistem inovasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Kehadiran MegNotek dilatarbelakangi masih terbatasnya perkembangan inovasi di Kabupaten Lamongan. Pada 2021 tercatat 48 inovasi yang dilaporkan dalam sistem Innovative Government Award (IGA) dengan nilai 49,40. Setahun kemudian jumlahnya hanya bertambah satu inovasi, meski nilai meningkat menjadi 58,56. Pada 2023 jumlah inovasi meningkat menjadi 79, namun nilai Indeks Inovasi Daerah justru turun menjadi 56,55.
Kondisi tersebut juga tercermin dari capaian daya saing daerah. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Lamongan pada 2022 berada di angka 3,14, masih di bawah rata-rata nasional 3,26. Pada 2023, nilainya meningkat menjadi 3,48 dan mulai melampaui rata-rata nasional sebesar 3,44.
Menjawab tantangan tersebut, MegNotek dirancang sebagai wadah kompetisi, pembinaan dan pengembangan inovasi yang mengintegrasikan teknologi serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi dan praktisi. Program ini selaras dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 12 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah.
MegNotek menghadirkan pendekatan bottom-up, dengan membuka kesempatan bagi pelajar, masyarakat, pelaku usaha hingga aparatur sipil negara untuk mengembangkan gagasan inovatif. Sebelumnya, berbagai inovasi di Lamongan masih cenderung berjalan sporadis sehingga belum seluruh ide potensial terdokumentasi dan terukur dampaknya.
Dalam pelaksanaannya, MegNotek membagi peserta menjadi dua kategori. Kategori khusus diperuntukkan bagi Organisasi Perangkat Daerah dengan fokus inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Sementara kategori umum mencakup inovasi teknologi, agribisnis, sosial dan budaya.
Seleksi dilakukan melalui tiga tahap, yakni administrasi atau proposal, presentasi dan verifikasi lapangan. Penilaian melibatkan panelis dari unsur pemerintah, akademisi dan praktisi dengan mempertimbangkan orisinalitas, dampak, keberlanjutan serta kemampuan implementasi inovasi. Peserta juga didorong melengkapi inovasinya dengan rancang bangun, video demonstrasi dan dokumentasi, termasuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Implementasi MegNotek menunjukkan hasil positif. Jumlah inovasi Lamongan meningkat dari 49 inovasi pada 2023 menjadi 107 inovasi dan kemudian mencapai 203 inovasi. Peningkatan juga terjadi pada kualitas inovasi yang tercermin dari nilai Indeks Inovasi Daerah, dari 56,55 pada 2023 menjadi 78,20 dan selanjutnya mencapai 95,23 atau masuk kategori Sangat Inovatif.
Dari sisi daya saing, IDSD Lamongan juga meningkat dari 3,14 pada 2022 menjadi 3,64 dan kemudian mencapai 3,81. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi tidak hanya meningkatkan jumlah inovasi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan daya saing daerah.
MegNotek sekaligus menghasilkan wadah integrasi data inovasi yang dapat digunakan untuk dokumentasi, pembinaan, evaluasi dan replikasi inovasi. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi inovasi yang memiliki dampak nyata untuk kemudian dikembangkan dan diterapkan lebih luas.
Melalui MegNotek, Kabupaten Lamongan terus membangun budaya kerja yang adaptif, kreatif dan berbasis teknologi. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat posisi Lamongan dalam peta inovasi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, kolaboratif dan berdaya saing.

Penulis: AW

Show More
Dapatkan berita terupdate dari Deras ID di:

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda, Untuk Menikmati Konten Kami