Jakarta, Deras.id – Cuitan Kang Dede panggilan akrab Komisaris BUMN PT Pelni Dede Budhyarto menjadi trending di twitter. Lewat akun Twitter pribadinya, @kangdede78, Ia memplesetkan kata khilafah menjadi khilafuck saat meminta netizen untuk lebih selektif dalam memilih calon pemimpin.
“Memilih capres jgn sembrono apalagi memilih capres yg didukung kelompok radikal yg suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilafuck anti Pancasila, gerombolan yg melarang pendirian rumah ibadah minoritas,” tulisnya melalui akun @kangdede78 pada Minggu, 23 Oktober 2022.
Cuitan ini sontak memancing reaksi yang beragam dari netizen. Beberapa diantaranya menyebut Dede dengan menyebut kata khilafuck adalah menista agama sehingga layak untuk ditangkap. Sedangkan netizen lainnya menyebut tak mengandung unsur penistaan, menurut mereka khilafah adalah sistem pemerintahaan, bukan agama.
“Kata khilafah adalah salah termonologi yang tercantum dalam Al Quran, ini menghina kitab suci,” tulis @MataGaruda3.
“Lu menghina khulafaur rasyidin. Sahabat para rosul,” tegas pemilik akun @loksado_river.
“Kenapa khilafah kok dipermasalahkan. Ini khan salah satu faham bernegara seperti Demokrasi, sosialis, dan kerjaan. Kita punya pancasila ya udah kita sepakati bersama. Kenapa harus utak atik paham lain??? Ini memang cara2 islamphobia. Salahnya dimana coba,” komentar @hendrongep2.
“Netijen goblok namanya…apa kaitannya agama sama khilafuck? Ga ada!,” imbuh @mondorogo.
Sampai berita ini diunggah, cuitan Kang Dede telah dikomentari 1.167 akun, disukai 1.096 akun, dan dikutip 370 akun. Ia pun kembali mengunggah ciutan untuk menanggapi komentar yang menyatakan dirinya menistakan agama.
“Dikit dikit penista….dikit penista Cuma itu senjatanya buat jatuhin orang yg dibenci, ndak kreatif. Klen itu gerombolan yg hidupnya NISTA stlh kalah 2x Pilpres. Entar lebih NISTA lagi kalah 3 x krn dukung mantan Gubernur terburuk sepanjang sejarah DKI,” tulis Kang Dede pada Senin (24/10/2022).
Penulis: Ria I Editor: Rifai












