
Lamongan, Deras.Id — SD Negeri Mragel menghadirkan inovasi ARMOLIPAS (Augmented Reality Monopoli Interaktif IPAS) sebagai media pembelajaran yang memadukan permainan monopoli dengan teknologi Augmented Reality (AR). Inovasi ini dikembangkan untuk membuat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) lebih konkret, interaktif, menyenangkan, sekaligus sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan karena sejumlah materi bersifat abstrak dan sulit dipahami siswa jika hanya disampaikan melalui penjelasan verbal atau gambar dua dimensi. Materi seperti keanekaragaman hayati, siklus air, sistem tata surya dan organ tubuh membutuhkan visualisasi yang lebih konkret agar siswa memperoleh pemahaman secara mendalam.
Melalui ARMOLIPAS, siswa belajar sambil bermain menggunakan papan monopoli, kartu pertanyaan, kartu aksi, dadu dan pion. Kartu atau bagian tertentu pada permainan dapat dipindai menggunakan smartphone atau tablet untuk memunculkan objek tiga dimensi, animasi, audio penjelasan dan kuis interaktif yang berkaitan dengan materi IPAS.
Konsep tersebut membuat proses belajar berlangsung secara fisik dan digital. Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dituntut berdiskusi, menjawab pertanyaan, mengambil keputusan, berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad ke-21, khususnya critical thinking, communication, collaboration, dan creativity.
Pengembangan ARMOLIPAS didukung oleh hasil penelitian mengenai pemanfaatan teknologi AR dalam pembelajaran. Penelitian Saputri (2024) menunjukkan penggunaan media AR mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa sebesar 56 persen. Sementara laporan Jurnal Pendidikan Tambusai (2024) mencatat interaksi sosial mencapai 79,5 persen dan partisipasi aktif siswa mencapai 88,5 persen ketika media AR digunakan dalam pembelajaran.
Keunggulan ARMOLIPAS terletak pada integrasi permainan tradisional dengan teknologi digital. Penggunaannya tidak membutuhkan laboratorium komputer khusus karena dapat memanfaatkan smartphone atau tablet yang relatif mudah tersedia. Hal ini menjadikan ARMOLIPAS lebih praktis dan berpotensi diterapkan pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi.
Pengembangan inovasi dilakukan melalui model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Tahap Define dilakukan dengan menganalisis kebutuhan pembelajaran dan materi IPAS. Selanjutnya, sekolah merancang papan permainan, kartu, aturan bermain dan konten AR. Pada tahap Develop, media diuji dan disempurnakan berdasarkan masukan guru serta siswa. Tahap Disseminate dilakukan melalui pelatihan guru, implementasi pembelajaran, penyusunan panduan dan penyebarluasan inovasi agar dapat direplikasi sekolah lain.
ARMOLIPAS menghasilkan paket media berupa papan monopoli, kartu marker AR, dadu, pion, aplikasi AR, modul panduan guru dan siswa, serta instrumen evaluasi pembelajaran.
Bagi siswa, ARMOLIPAS menghadirkan pengalaman belajar IPAS yang lebih aktif, konkret dan menyenangkan. Bagi guru, inovasi ini menjadi alternatif media untuk menjelaskan materi abstrak secara lebih mudah. Sementara bagi sekolah, ARMOLIPAS mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan implementasi Kurikulum Merdeka.
Melalui ARMOLIPAS, SD Negeri Mragel menunjukkan bahwa teknologi tidak harus digunakan secara rumit atau mahal untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Perpaduan permainan, teknologi AR dan pembelajaran kolaboratif menjadi strategi untuk menjadikan IPAS lebih hidup dan dekat dengan dunia siswa.
Penulis: AW









