Dari Gambar ke Animasi, SDN 4 Made Lamongan Kenalkan Seni Digital Lewat BARBEL SI META CERDIG
Lamongan, Deras.Id – Kemajuan teknologi informasi mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pembelajaran seni budaya di sekolah dasar. Menjawab tantangan tersebut, SDN 4 Made Lamongan menghadirkan inovasi “BARBEL SI META CERDIG” yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran seni menggambar melalui aplikasi Sketch MetaDEMOlab.
Inovasi ini dikembangkan karena pembelajaran seni menggambar di sekolah dasar masih cenderung dilakukan secara konvensional. Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu mengoptimalkan potensi teknologi sebagai media untuk menumbuhkan imajinasi, kreativitas, sekaligus literasi digital siswa.
Data yang digunakan sekolah menunjukkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran tematik di tingkat sekolah dasar masih relatif terbatas. Karena itu, BARBEL SI META CERDIG dirancang sebagai pendekatan pembelajaran yang menggabungkan seni, kreativitas, dan teknologi secara sederhana serta mudah diterapkan sejak kelas bawah.
Melalui Sketch MetaDEMOlab, siswa tidak hanya belajar menggambar secara digital, tetapi juga dapat menciptakan gambar bergerak. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, visual, dan menyenangkan. Siswa memperoleh ruang untuk mengeksplorasi ide serta menuangkan imajinasi dalam bentuk karya digital.
Kepala sekolah dan guru juga memberikan pendampingan agar aplikasi dapat digunakan secara optimal, khususnya bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sebelum diterapkan kepada siswa, guru seni dan guru PJOK mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi dan integrasinya ke dalam proses pembelajaran.
Program kemudian didiseminasikan kepada 274 siswa kelas 1, 2, dan 3. Pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan secara personal maupun kelompok di dalam kelas. Siswa secara rutin menggunakan aplikasi sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran seni.
Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan hasil karya digital siswa serta mengamati tingkat partisipasi, kreativitas, dan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi. Guru juga menyusun RPP atau modul ajar yang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran seni budaya.
Hasil pelaksanaan menunjukkan sebanyak 274 siswa telah aktif menggunakan Sketch MetaDEMOlab, sementara ratusan karya gambar bergerak digital berhasil dihasilkan dan terdokumentasi dalam portofolio siswa. Evaluasi pembelajaran berbasis karya digital juga mulai menjadi bagian dari sistem pembelajaran di sekolah.
BARBEL SI META CERDIG tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa. Bagi guru, inovasi ini memperkaya metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Bagi orang tua, program menjadi bentuk adaptasi pendidikan terhadap perkembangan zaman dengan tetap mempertahankan unsur seni dan budaya. Sementara bagi sekolah, inovasi tersebut memperkuat penerapan pembelajaran modern yang adaptif.
Ke depan, SDN 4 Made Lamongan menargetkan budaya belajar seni berbasis digital semakin berkembang. Siswa diharapkan semakin kreatif, percaya diri dalam berekspresi secara visual, serta memiliki keterampilan teknologi dasar yang dapat mendukung proses belajar mereka.
Dengan menggabungkan seni dan teknologi, BARBEL SI META CERDIG menjadi salah satu upaya SDN 4 Made Lamongan menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan bagi generasi digital. Inovasi tersebut juga berpotensi menjadi model pembelajaran yang dapat direplikasi oleh sekolah dasar lain di Kabupaten Lamongan.
Penulis: AW









