Lamongan, Deras.Id – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan terus berinovasi meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat melalui CELENGAN (Cerita Online Lamongan). Program ini memadukan metode mendongeng dan membaca nyaring dengan pemanfaatan media sosial untuk menghadirkan layanan literasi yang edukatif, interaktif, dan mudah diakses.
CELENGAN dikembangkan sebagai respons terhadap pandemi COVID-19 yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk perpustakaan dan pendidikan. Pada 2020, program unggulan Widuri Sebumi terpaksa vakum akibat pembatasan sosial dan mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan kunjungan ke perpustakaan, khususnya dari kalangan anak-anak.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menghadirkan CELENGAN sebagai pengembangan dari Widuri Sebumi. Melalui Instagram, kegiatan mendongeng dan membaca nyaring dikemas dalam bentuk konten digital sehingga anak-anak tetap dapat menikmati cerita dan memperoleh pengalaman literasi dari rumah.
Kebaruan CELENGAN terletak pada integrasi pendekatan literasi konvensional dengan teknologi digital. Selain menyediakan konten cerita, program ini memanfaatkan fitur komentar dan sesi siaran langsung untuk membangun interaksi antara pendongeng dengan anak-anak maupun orang tua. Dengan demikian, layanan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi memberikan ruang bagi audiens untuk bertanya, memberikan tanggapan, dan menyampaikan masukan.
Pelaksanaan CELENGAN diawali dengan penyusunan konten cerita yang edukatif dan menghibur serta disesuaikan dengan karakteristik anak. Konten dikembangkan menggunakan teknik storytelling yang interaktif dan visual, kemudian dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial. Pelaksana juga melakukan monitoring dan evaluasi dengan memanfaatkan data jumlah penonton, pengikut, tanda suka, komentar, serta umpan balik masyarakat.
Konsistensi pelaksanaan program turut mendorong penguatan sumber daya manusia pendongeng. Pada awalnya CELENGAN didukung delapan pendongeng dari lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah memperoleh respons positif masyarakat, dilakukan berbagai kegiatan pendukung seperti bimbingan teknis, workshop mendongeng, dan penjaringan kerja sama.
Saat ini terdapat 20 pendongeng dari lingkungan OPD dan lebih dari 40 pendongeng yang pernah bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Mereka berasal dari OPD, guru PAUD/TK/RA dan SD/MI, serta pegiat literasi.
Program CELENGAN bertujuan memberikan alternatif pelayanan perpustakaan bagi pemustaka anak dan pelajar, terutama mereka yang terkendala waktu, jarak, dan lokasi. Selain meningkatkan minat baca, inovasi ini juga menjadi media promosi perpustakaan, memperluas jangkauan pelayanan publik, membangun jejaring kerja sama, serta memperkuat ekosistem budaya literasi di Kabupaten Lamongan.
Dampak program turut terlihat dari indikator literasi daerah. Berdasarkan data yang disampaikan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Lamongan tercatat 66,13 pada 2024 dan 63,86 pada 2025. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) meningkat dari 65,90 persen pada 2024 menjadi 66,21 persen pada 2025.
Melalui CELENGAN, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa layanan perpustakaan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Perpaduan mendongeng, membaca nyaring, dan media digital diharapkan semakin mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya budaya membaca yang berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.
Penulis: AW












