
Lamongan, Deras.Id – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus memperkuat tata kelola kewilayahan berbasis data melalui inovasi SI-RUPA (Sistem Informasi Rupabumi Lamongan) yang kini telah menghimpun sekitar 14.000 titik toponimi di 27 kecamatan.
Tak hanya menghasilkan basis data digital, inovasi yang dikembangkan Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan tersebut juga mengantarkan Lamongan meraih Juara I Lomba Penamaan Rupabumi tingkat Provinsi Jawa Timur.
SI-RUPA dikembangkan untuk menjawab persoalan pengelolaan nama rupabumi yang sebelumnya menghadapi berbagai kendala, mulai dari rendahnya pemahaman mengenai pentingnya penamaan rupabumi yang baku, keterbatasan tenaga surveyor dan verifikator, hingga kualitas data yang belum seragam.
Padahal, penamaan rupabumi memiliki fungsi penting dalam memberikan identitas yang jelas terhadap objek geografis, seperti jalan, kawasan, fasilitas pemerintahan, objek vital, kawasan wisata hingga objek bersejarah.
Pengembangan inovasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi.
Tantangan yang dihadapi Lamongan cukup besar. Badan Informasi Geospasial (BIG) menetapkan target sebanyak 56.700 titik rupabumi untuk Kabupaten Lamongan. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan target pengumpulan sebanyak 20 titik per desa.
Melalui SI-RUPA, Pemkab Lamongan tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memperbaiki kualitas data. Setiap objek yang disurvei didorong memiliki informasi lengkap berupa nama, titik koordinat, foto, deskripsi, sejarah singkat, serta data pendukung lainnya.
“Data yang masuk tidak sekadar dicatat, tetapi melalui proses verifikasi dan evaluasi agar informasi yang tersedia benar-benar valid dan dapat dimanfaatkan,” kata Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Lamongan.
Untuk mempercepat pengumpulan sekaligus meningkatkan kualitas data, jaringan surveyor diperluas hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Pemkab Lamongan juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai tim verifikator, antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Darul ‘Ulum, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kolaborasi tersebut memperkuat proses pemeriksaan terhadap ketepatan koordinat, penamaan, dokumentasi, serta kelengkapan informasi setiap objek yang diajukan.
Keunggulan SI-RUPA juga terletak pada cakupan datanya yang tidak berhenti pada unsur rupabumi konvensional. Sistem ini turut memuat informasi kawasan wisata, industri, pertokoan, pertanian, perikanan, kawasan rawan bencana, hingga berbagai objek kewilayahan lainnya.
Dengan satu platform digital, informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan dan menentukan lokasi objek yang membutuhkan intervensi maupun perbaikan.
SI-RUPA juga mempermudah pencarian alamat dan lokasi objek melalui titik koordinat, termasuk fasilitas umum, jalan, serta objek sejarah yang tersebar di Kabupaten Lamongan.
Hingga kini, sekitar 14.000 titik toponimi telah teridentifikasi dan jumlahnya terus bertambah. Data tersebut menjadi modal penting dalam membangun administrasi kewilayahan yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi.
Keberhasilan Lamongan meningkatkan jumlah dan kualitas pengelolaan data rupabumi mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BIG. Capaian tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Lamongan meraih Juara I Lomba Penamaan Rupabumi tingkat Provinsi Jawa Timur.
SI-RUPA pada akhirnya bukan sekadar aplikasi pemetaan. Inovasi ini menjadi instrumen transformasi tata kelola pemerintahan, sekaligus menyediakan fondasi data kewilayahan yang dapat digunakan untuk memperkuat pelayanan publik dan pengambilan kebijakan pembangunan berbasis data di Kabupaten Lamongan.
Penulis: AW









