Analisa

Mudik Gratis: Urai Kemacetan pada Momen Lebaran 2024

Lebaran “Idul Fitri” 2024 sudah di depan mata, pada momen ini terdapat tradisi berupa mudik “pulang kampung”. Tradisi Mudik di Indonesia menjadi bagian tidak terpisahkan dalam setiap momen Idul Fitri, setiap tahun dipastikan terjadi lonjakan pemudik di tanah air, baik itu mudik menggunakan kendaraan pribadi atau moda transportasi umum.

Namun, acap kali hal yang menjadi permasalahan dalam setiap momen mudik dan balik adalah kemacetan. Hal ini dikarenakan pada arus mudik lebaran terjadi pergerakan masyarakat secara bersamaan sehingga hal ini menyebabkan potensi kemacetan. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pergerakan kendaraan dalam arus mudik dan balik Lebaran 2023 mencapai 26.3 juta pergerakan, baik itu melalui darat, laut, dan udara.

Kondisi kemacetan pada tahun ini di tengarai angat lebih padat merayap, dikarenakan pada momen lebaran tahun ini diprediksi terjadi peningkatan jumlah pemudik yang cukup signifikan. Survei Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) menunjukkan, perkiraan puncak hari mudik lebaran berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 lebaran atau Senin, 8 April 2024 (dimulainya cuti bersama) dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang.

Mengantisipasi kemacetan Polisi Republik Indonesia (Polri) melalui Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan strategi mengurai kemacetan saat arus mudik lebaran 2024. Salah satunya dengan menyiapkan zona penyangga atau buffer zone.
 
“Kendaraan akan dialihkan ke jalan arteri untuk mengurangi kepadatan pada ruas jalan tol,”  ungkap  Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (19/03/2024).

Selain itu, pemerintah melalui Kemenhub juga mengadakan program mudik gratis untuk mendorong masyarakat yang sebelumnya berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi khususnya motor dapat terfasilitasi dalam agenda mudiknya, selain itu program ini juga dimaksudkan untuk mengurai kemacetan.

Pra -kiraan jumlah pemudik

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), jumlah pergerakan masyarakat saat musim mudik lebaran 2024 diprediksi mencapai 193,6 juta orang atau mencapai 71,7% dari total jumlah penduduk Indonesia.  Kondisi ini menujukkan peningatkatan dibandingkan  pada tahun 2023 yang  hanya sekitar 123,8 juta orang. Sedangkan Berdasarkan data informasi yang dihimpun dari Kemenhub pada tahun 2022, terdapat 85,5 juta orang pemudik dan pada tahun 2021 hanya terdapat 1,5 juta pemudik, dimana pada tahun 2021 Indonesia masih dilanda Covid-19 dan terdapat Kebijakan Larangan Mudik Lebaran untuk menghindari adanya penularan Covid-19.

Baca Juga:  Menjaga Pemilu dari Politik Identitas

Pada momen lebaran 2024 ini, data dari Kemenhub menunjukkan, kereta api merupakan moda transportasi mudik lebaran paling banyak diminati oleh warga pada momen lebaran idul fitri kali ini, yaitu sebanyak 39,32 juta orang (20,3%). Lalu, diikuti angkutan berupa bus sebanyak 37,51 juta orang (19,4%), mobil pribadi 35,42 juta orang (18,3%), dan sepeda motor sebesar 31,12 juta orang (16,07%).

Pemudik yang menggunakan moda transportasi pribadi pada tahun ini tergolong cukup besar yaitu mobil pribadi 35,42 juta orang dan motor terdapat sekitar 31,12 juta orang.  Kondisi inilah yang di tengarai turut menjadi sumber kemacetan arus mudik lebaran.

Selain itu, ditinjau dari jumlah pemudik pada lebaran tahun ini berdasarkan daerah diketahui bahwa Provinsi dengan jumlah pemudik signifikan besar yaitu Jawa Timur dengan prediksi total pemudik sekitar 21,2 juta orang, kemudian Provinsi Jawa Tengah dengan pemudik sebanyak 18,7 juta orang.

Tingginya antusiasme pemudik tahun ini disinyalir terjadi karena beberapa faktor terutama pada tahun ini Indonesia telah memasuki masa pra-pandemi. Menurut Kemenhub, selain karena tidak adanya Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti tahun-tahun sebelumnya, perekonomian yang juga semakin membaik serta ketersediaan moda transportasi yang mendukung turut menjadi faktor pendukung meningkatnya antusiasme masyrakat melakukan perjalan. Perlu diketahui, pemerintah pada tahun ini juga mengadakan kegiatan mudik gratis untuk membantu mobilisasi pada masa libur lebaran nanti.

Program mudik gratis

Program mudik gratis dari pemerintah melalui Kemenhub, telah berlangsung beberapa kali saat momen lebaran ataupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengurai kemacetan saat momen-momen tersebut dan juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:  Dusta Polri Berantas Predator Judi Online

Mudik gratis dari tahun ke tahun, selain diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah seperti Kemenhub, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga turut di sokong oleh perusahaan swasta atau lembaga-lembaga organisasi yang ada di Indonesia. Kondisi ini tentu sangat membantu dalam memperlancar mobilisasi masyarakat saat akan “pulang kampung”.

Terdapat beberapa Instansi Pemerintah yang turut mengadakan mudik gratis antara lain, BUMN, Kemenhub, PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Dinas Provinsi. Sedangkan dari Perusahaan Swasta terdapat Honda, Indomaret, Alfamart, selain itu terdapat juga dari Kementerian Agama serta lainnya.

Diketahui pada periode mudik lebaran tahun ini, Kemenhub memberikan program mudik gratis hampir ke seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai akomodasi yang disiapkan yaitu melalui jalur darat dan laut.

Untuk jalur darat, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat menggelar program “Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Bus dan Truk”. Pendaftaran program Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Bus dapat dilakukan melalui aplikasi Mitra Darat yang direncanakan pada 5 Maret-3 April 2024.

Pada arus mudik dan balik tersedia 722 unit bus untuk 30.088 penumpang dan 30 unit truk untuk 900 unit sepeda motor. Keberangkatan arus mudik akan dilakukan pada 5 April-7 April 2024, sedangkan keberangkatan arus balik akan dilakuan pada 14 dan 15 April 2024.

Kemudian, untuk jalur laut, Ditjen Perhubungan Laut mengadakan program “Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut”, dengan kuota untuk 9.800 penumpang dan 4.800 unit sepeda motor, yang dijadwalkan pada 3-17 April 2024.

Diketahui pada kegiatan mudik gratis yang diadakan Kemenhub kali ini dilakukan sosialisasi dan pendaftaran lebih awal, hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati.

Baca Juga:  Mudik Pakai Motor Berisiko, Menhub: Potensi Kecelakaannya Sangat Tinggi

“Program Mudik Gratis Kemenhub Tahun 2024 sengaja disosialisasikan lebih awal kepada masyarakat untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat yang akan mudik lebaran menuju kampung halamannya masing-masing” ungkap Adita Irawati.

Efektif mengurai kemacetan

Mudik gratis yang diselengarakan oleh Pemerintah dan berbagai instansi swasta tentu menjadi angin positif dalam mengurangi resiko kecelakaan dan mengurai kemacetan saat momen mudik lebaran. Sebab diketahui, berdasarkan jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan terjadi lonjakan yang signifikan yaitu sebesar 193,6 juta orang atau mencapai 71,7% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Kondisi ini juga di perparah dengan banyaknya pemudik yang menggunakan transportasi pribadi berupa mobil dan motor, dimana hal ini pasti turut memperparah tingkat kemacetan saat momen arus mudik lebaran berlangsung. Diketahui bahwa jumlah pemudika yang menggunkan mobil pribadi sebanyak 35,42 juta orang (18,3%), dan sepeda motor sebesar 31,12 juta orang (16,07%).

Pada momen mudik lebaran tahun ini, Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, merinci setidaknya ada tiga titik kemacetan.

“Kemungkinan kemacetan itu ada di tiga tempat, yaitu di (Tol) Cipali karena memang ada ruas yang lebih kecil, lalu di (Pelabuhan) Merak biasanya ada antrean, dan satu lagi di (Pelabuhan) Ketapang,” kata Budi dalam Jumpa Pers Persiapan dan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2024 secara virtual, Minggu (17/3/2024).

Sehingga dengan adanya program mudik gratis dengan menggunakan transportasi umum, setidaknya mengurangi tingkat kemacetan yang ada dijalan. Hal ini dapat terjadi karena jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor dapat di fasilitasi dengan program ini, sehingga harapannya jumlah kendaraan yang bergerak saat arus mudik  berkurang dan dapat mengurai kemacetan. Selain itu, peran dinas terkait yang turut mengatur arus mudik lebaran juga sangat dibutuhkan, agar pada momen libur lebaran tahun ini tidak banyak kendala saat diperjalanan.

Penulis: Hvd l Editor: Uud

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda