BeritaNasional

Rupiah Melemah hingga Masuk Tahun Politik, Begini Nasib Investasi di IKN

Jakarta, Deras.id – Tren kenaikan suku bunga, rupiah yang semakin melemah hinga masuk tahun politik membuat realisasi investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara semakin berat. Namun, Kepala Otorita IKN, Bambang Susanto memastikan bahwa investasi di IKN tidak terganggu akan hal tersebut.

“Saya tidak melihat itu (tahun politik) ada dampaknya, karena memang ini sudah terukur dan meraka (investor) yang sudah ke IKN sudah berproses sejak awal tahun,” tutur Kepala Otorita IKN, Bambang Susanto kepada wartawan dikutip Deras.id, Senin (30/10/2023).

Pihaknya optimis dengan adanya tren kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah kepada investasi di IKN dapat memicu calon investor untuk segera merealisasikan investasinya. Bambang mengklaim sampai saat ini calon investor masih banyak yang berminat untuk berinvestasi di IKN.

Baca Juga:  78,19% Masyarakat Kaltim Setujui Pemindahan IKN

“Mudah-mudahan tidak ya. Dalam kondisi seperti ini makin cepat (realisasi investasi) makin baik buat mereka karena semakin pasti kondisinya,” kata Bambang Susanto.

Sebanyak 300 surat minat investasi atau Latter of Intent (Lol) telah dikantongi oleh IKN untuk pembangnan IKN. OIKN pekan depan akan melakukan groundbreaking tahap dua di IKN dengan total investasi Rp12,5 Triliun.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika semakin melemah. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta hampir Rp15.910 per dollar AS pada, Minggu (29/10/2023).

Sementara kenaikan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate menjadi 6 persen, suku bunga deposit facility juga naik menjadi 5,25 persen dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,75 persen. Bank sentral terakhir kali menaikkan suku bunga pada Januari 2023 dari 5,5 persen menjadi 5,75 persen.

Baca Juga:  Rupiah Terus Tertekan Dollar AS, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Sebagai informasi, tahap pembangunan IKN terdiri dari batch 1 yakni 40 paket pekerjaan dengan anggaran Rp24,52 Triliun dan batch 2 terdiri dari 42 paket pekerjaan senilai Rp35,85 Triliun.

Penulis: Risca l Editor: Ifta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda