Situbondo, Deras.Id – Rapat Koordinasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Wilayah Tapal Kuda sukses dilaksanakan. Kegiatan sebagai ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi yang dikemas dalam talkshow bertajuk “Ngopi Desa: Secangkir Kopi, Sejuta Solusi” sukses digelar di Aula Hotel Wisda Rengganis Pasir Putih, Kabupaten Situbondo pada Rabu (27/4).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah pembangunan desa di tengah tekanan fiskal yang kian dinamis. Dalam pelaksanaan, baik narasumber atau tamu undangan melakukan diskusi terbuka untuk mengatasi permalahan yang dihadapi.
Diselenggarakan oleh TAPM Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini mengusung tema “Bertahan dan Bertumbuh: Strategi Pembangunan Desa di Tengah Tekanan Fiskal”. Talkshow dipandu oleh TAPM Provinsi Jawa Timur, Maghfuri . Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menghadirkan narasumber utama Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo dan Koordinator TAPM Provinsi Jawa Timur, Eko Heru.
Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan bahwa tekanan fiskal tidak boleh menjadi penghambat kemajuan desa. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk mendorong inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Desa harus tetap bergerak. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi peluang untuk berinovasi. Pendamping desa harus menjadi motor penggerak perubahan,” tegasnya.
Kepemimpinan Mas Rio yang dikenal progresif—bahkan kerap dijuluki “Ultramen” oleh masyarakat karena energi dan kecepatannya dalam mendorong pembangunan—menjadi salah satu faktor penting keberhasilan pembangunan di Situbondo. Berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat dan penguatan desa dinilai mampu menjaga stabilitas pembangunan meski dalam tekanan fiskal.
Sementara itu, Eko Heru turut menekankan pentingnya peran strategis pendamping desa. Ia menyampaikan bahwa pendamping tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga harus mampu membaca arah kebijakan dan menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan desa.
“Kemampuan menangkap dengan cepat perkembangan kebijakan dan meresponnya penting untuk dilakukan,” terang Heru.
Sejumlah isu strategis mengemuka dalam diskusi, di antaranya keterbatasan fiskal desa, belum optimalnya sinergi antara pemerintah daerah dan desa, serta variasi kapasitas pendamping di berbagai wilayah. Namun demikian, forum ini juga melahirkan berbagai gagasan solusi, seperti penguatan forum koordinasi lintas kabupaten, peningkatan kapasitas strategis pendamping, serta pengembangan pendekatan inovatif dalam pembangunan desa.
Kegiatan ini dinilai berhasil tidak hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan konsolidasi bagi para pendamping desa. Format talkshow “Ngopi Desa” terbukti efektif dalam membangun komunikasi yang lebih cair, terbuka, dan produktif.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat serta dukungan kepemimpinan daerah yang progresif seperti di Situbondo, Rakor TPP Tapal Kuda diharapkan mampu menjadi titik tolak penguatan pembangunan desa yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Hadir dalam forum tersebut TAPM Provinsi Jawa Timur, TAPM Kabupaten dari tujuh wilayah Tapal Kuda—Situbondo, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan—serta Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kabupaten Situbondo.
Penulis : Dapit YK
