DaerahBerita

Pemkab Pasuruan Suplai Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

Pasuruan, Deras.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mensuplai pasokan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan pada (27/10/2023). Pemkab mengungkapkan setidaknya 21 desa di Kabupaten Pasuruan masih memerlukan bantuan air bersih.

“Sebanyak 21 desa di Kabupaten Pasuruan masih sangat memerlukan pasokan air bersih lantaran kekeringan masih melanda,” kata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Jumat (27/10/2023).

Sugeng menjelaskan, setiap desa yang terdampak kekeringan menerima bantuan berupa satu tangki air bersih berisi 5.000 liter. Keadaan kekeringan masih terasa di puluhan desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

“Keenam kecamatan ini mencakup berbagai desa,” terang Sugeng.

  1. Kecamatan Lumbang: Empat desa terdampak meliputi Desa Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, dan Pancur.
  2. Kecamatan Pasrepan: Melibatkan Desa Sibon, Petung, Ngantungan, Mangguan, Pasrepan, Klakah, dan Sapulante.
  3. Kecamatan Winongan: Dengan desa-desa seperti Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo yang membutuhkan bantuan.
  4. Kecamatan Lekok: Meliputi desa Semedusari, Pasinan, Wates, dan Balungan.
  5. Tiga desa di Kecamatan Gempol juga masih memerlukan pasokan air bersih, yakni Desa Gempol, Wonosunyo, dan Bulusari, serta Desa Kedungpengaron dan Ambal-ambil.
Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Melonjak, Pj Gubernur Heru Bakal Perketat Izin Konser

Sugeng Hariyadi mengatakan bahwa BPBD tidak lagi mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Bulusari (Kecamatan Gempol) dan Desa Mangguan (Kecamatan Pasrepan) karena keduanya telah teraliri air bersih dan tidak lagi menjadi prioritas.

BPBD dan pemerintah daerah terus memantau situasi kekeringan di wilayah tersebut dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Harapan terbesar saat ini adalah agar hujan segera merata turun, sehingga sumber air akan kembali tersedia dan distribusi air bersih dapat dihentikan sesegera mungkin.

“Mudah-mudahan hujan merata, jadi sumber-sumber air akan keluar. Kalau sudah keluar sumber airnya, otomatis penyaluran air bersih juga akan kami hentikan,” ucapnya.

Penulis: Putra Alam | Editor: Saiful

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda