BeritaNasionalUncategorized

Peduli Kesehatan Mental, Erick Thohir Wacanakan Pegawai BUMN Libur 3 Hari dalam Sepekan

Nasional, Deras.Id – Demi kesehatan mental, Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencanangkan wacana libur 3 hari dalam sepekan bagi pegawainya.

Pada pratikknya pegawai yang ingin libur 3 hari bisa mengambil tambahan di hari Jumat setelah empat hari bekerja keras. Namun, terdapat beberapa syarat yang dipersiapkan dalam mewujudkan praktik wacana tersebut.

Tedi Bharata selaku Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi, Kementerian BUMN mengatakan agar pegawai bisa mengambil jatah libur 3 hari dengan beberapa syarat, seperti bekerja dengan baik, disiplin dan memiliki etos kerja.

“Kita kaitkan dengan kinerja tentunya, siapa yang kinerja baik tentu akan mendapatkan fasilitas ini. Semua kembali akan kita selaraskan dengan kinerja,” katanya.

Apresiasi bagi pegawai yang giat bekerja sebagaimana ungkapnya, juga bisa meningkatkan iklim kompetitif untuk menjadi yang terbaik. Pada mulanya, dalam agenda BUMN Corporate Communnications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024, Erick mengatakan 70% dari generasi muda saat ini memiliki isu kesehatan mental. Merespon masalah di atas Menteri BUMN mengupayakan implementasi program Compress Working Schedule”.

Baca Juga:  Indonesia Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Menengah Atas

Sebab itulah melalui program tersebut pegawai BUMN bisa menikmati hari libur selama 3 hari dalam satu pekan. Tetapi, syarat utama sebagaimana paparnya lebih spesifik harus terlebih dahulu bekerja minimal 40 jam dalam satu minggu.

“Kalau sudah bekerja lebih dari 40 jam kalian punya alternatif di Kementerian BUMN, saya nggak tahu di perusahaan BUMN, mestinya bisa, kalau sudah lebih dari 40 jam mereka punya alternatif mengambil libur pada hari Jumat,” ucap Erick di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2) lalu.

Namun, menurut Tedi Bharta program tersebut terlebih dahulu diterapkan untuk karyawan di lingkungan Kementerian BUMN.

“Ini untuk karyawan Kementerian BUMN, jadi ini adalah salah satu program kita waktu itu disampaikan oleh Pak Menteri bahwa ini untuk di Kementerian BUMN dulu,” katanya di sela acara Dharma Santi BUMN 2024, di TMII, Jakarta, Minggu (12/5/2024).

Baca Juga:  Gus Halim Sampaikan Keberhasilan Kinerja Kementerian Desa

Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi bagian dari bentuk kepedulian kepada karyawan di BUMN, agar produktivitasnya juga terdorong semakin meningkat.

“Kita ingin lihat bahwa memang ini yang sedang kita galakan bahwa kita harus lebih care pada karyawan Kementerian BUMN. Kita ingin melihat impact-nya pada produktivitas well being jadi kata kunci yang kita perhatikan untuk karyawan-karyawan kita, dan juga di sisi lain gimana kita ingin produktivitas mereka meningkat,” ungkapnya.

Namun, sekarang program ini masih ditahap perencanaan. Artinya regulasi dan sistemnya masih diatur secara menyeluruh.

“Dari sisi regulasi di Kementerian BUMN sedang kita matangkan, dari sisi sistem karena perlu enabler perlu digital untuk platformnya sedang kita siapkan, nanti sebentar lagi kita implementasikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mahfud MD Tanggapi Vonis Hukuman Mati Ferdy Sambo dengan KUHP Baru

Penulis: M.F.S.A I Editor: Dinda

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda