Berita

Packaging Oke, Program OVOP Kabupaten Blitar Terkendala Izin

Advertisement

Blitar, Deras.id – Kabupaten Blitar melaksanakan program One Village One Product (OVOP) sebagai salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di desa. Namun demikian program yang dijalankan Kabupaten Blitar ini terkendala izin. Oleh karena itu meskipun secara packaging sudah bagus namun belum bisa dipasarkan secara luas.

“Ini packaging sudah bagus cuman masih belum ada izinnya. Saya meminta DPMPTSP untuk membantu dan mengawal pengurusan perizinan sehingga produk dapat dipasarkan secara luas,” kata Bupati Blitar Rini Syarifah dalam kunjungan kerja ke Desa Kendalrejo, Selasa (15/11/2022).

Program OVOP di Desa Kendalrejo dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki. Diantaranya adalah Nabata Sovenir, olahan keripik, mebek, kue, dan olahan sambel. Sampai saat ini, produk-produk ini hanya bisa dipasarkan di sekitar desa akibat kendala izin tersebut.

Oleh karenanya maka Bupati yang akrab disapa Mak Rini ini meminta DPMPTSP untuk mendampingi pelaku UMKM yang belum memiliki izin produk. Sebab, tanpa adanya pemasaran secara luas maka produk-produk tersebut tidak akan bisa meningkatkan pendapatan UMKM yang juga menghalangi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut masyarakat juga diminta untuk tetap melakukan transaksi jual beli potensi yang dimiliki desa sehingga roda ekonomi akan terus berputar. Ini juga menjadi langkah dalam upaya menekan inflasi di tingkat desa.

Sementara itu program OVOP digagas oleh pemerintah untuk mengembangkan produk unggulan yang unik dan meningkatkan jumlah pengusaha serta perajin. Dari program ini pertumbuhan ekonomi di desa diharap terus meningkat berikut dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Advertisement

Penulis: Aldy l Editor: Ifta

Advertisement

Show More

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda