Suksesi 2024

Masuk Musim Penghujan, Wilayah Sukoharjo Masih Butuh Droping Air Bersih

Sukoharjo, Deras.id – Kekeringan masih melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukoharho meskipun Indonesia telah memasuki musim penghujan. Droping bantuan air bersih pun masih tetap dibutuhkan beberapa wilayah seperti Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

“Meskipun saat ini Indonesia secara umum telah masuk musim penghujan, namun faktanya masih ada beberapa wilayah yang belum hujan sama sekali sehingga masyarakat membutuhkan air bersih. Maka program droping air bersih ini terus kami lakukan,” ujar Aktivis Muda NU Purnama Dhedhy Styawan di sela droping 16.000 liter air bersih di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Kamis (30/11/2023).

Dhedhy mengungkapkan kekeringan berkepanjangan yang melanda Indonesia tidak bisa dilepaskan dari fenomena El Nino. Selain itu situasi ini terjadi karena adanya dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrim. “Kondisi ini akan terus terjadi jika tidak ada tindakan serius dari masyarakat global untuk meminimalkan perubahan iklim yang terjadi karena kerusakan alam yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.

Baca Juga:  Cak Imin: PKB Satu-satunya Pewaris Perjuangan Politik NU

Caleg PKB untuk DPR RI dari Dapil Jateng V ini pun berharap kesadaran akan kelestarian lingkungan menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat. Menurutnya saat ini dibutuhkan kesadaran dan tindakan nyata dari segenap pemangku kepentingan agar kerusakan lingkungan yang memicu perubahan iklim tidak terus berlanjut.

“Maka semua masyarakat bisa melakukan sekecil apapun untuk mencegah perubahan iklim. Mulai dari menanam pohon hingga membuang sampah di tempatnya bisa dilakukan agar lingkungan kita lestari,” katanya. 

Sukirno warga Desa Tawang Waru, mengungkapkan warga sejak bulan Juli lalu sudah mengalami kekeringan akibat musim kemarau bersamaan dengan fenomena alam El Nino. Desa Tawang, katanya sampai hari ini masih dilanda kekeringan karena belum diguyur hujan.

“Desa Tawang ini berdasarkan data BPBD Sukoharjo, merupakan salah satu dari 17 desa di Sukoharjo dengan tingkat kerawanan tinggi kekeringan saat musim kemarau berlangsung yang mengakibatkan warga terancam kekurangan air bersih karena sumur-sumur mongering,” katanya.

Baca Juga:  Hadir Resespsi 1 Abad NU, Jokowi Dukung NU Bangun Peradaban Dunia

Penulis: Arno l Editor: Ifta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda