BeritaNasional

Jelang Iduladha, Bapanas Pastikan Stabilitas Pasokan-Harga Pangan

Jakarta, Deras.id – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) melakukan beberapa langkah strategis sebagai upaya dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha pada Kamis (29/6/2023). Pasalnya, pada momentum HBKN Iduladha peningkatan permintaan adalah siklus tahunan yang harus dipastikan pasokan aman dan terjangkau untuk menghindari kelangkaan yang menyebabkan melonjaknya harga.

“Monitoring harga secara harian kita lakukan bersinergi dengan seluruh dinas pangan provinsi dan kabupaten/kota, sehingga bisa terpantau kondisi pergerakan harga secara nasional. Pada momentum HBKN memang biasanya terjadi kenaikan permintaan yang menyebabkan kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Namun kita akan terus memastikan bahwa pasokan cukup, dan harga terjangkau melalui serangkaian instrumen kebijakan stabilisasi serta monitoring pasokan dan harga,” kata Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi dalam keterangan resmi dikutip Deras.id, Senin (26/6/2023).

Instrumen untuk menjadi pengendali inflasi pangan yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan berbagai macam bahan pangan pokok strategis meliputi beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, dan lainnya dengan harga yang terjangkau atau di bawah harga pasar. GPM akan terus ditingkatkan frekuensinya sampai menjelang Iduladha dengan menggelar GMP serentak di H-3 pada 290 lokasi di Indonesia. 

Baca Juga:  Harga Bawang Putih Naik, KSP: Realisasi Impor Lambat

Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) meliputi beberapa macam komoditas seperti beras, jagung, gula konsumsi, dan minyak goreng yang didistribusikan dari daerah surplus ke daerah defisit. Selanjutnya, menjaga daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa daging, beras, serta telur ayam untuk masyarakat yang berpendapatan rendah dan keluarga beresiko stunting. 

Saat ini Perum Bulog tengah menyalurkan bantuan tahap ketiga yang telah mencapai 67,9 persen atau terealisasi 14,49 Juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dadi 21,353 Juta KPM di Indonesia. Kemudian, bantuan daging ayam serta telur ayam yang dikelola oleh ID FOOD tahap pertama sudah mencapai 93,1 persen atau 1,345 Juta Keluarga Resiko Stunting (KRS) dari total 1,464 juta KRS di 7 provinsi dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi.

Baca Juga:  PPATK Klarifikasi Transaksi Fantastis Rp300 Triliun di Kemenkeu

Selanjutnya untuk daging sapi yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada momentum Iduladha, dipastikan dalam kondisi yang cukup. Kebutuhan daging sapi bulan Juni mencapai 240 Ribu ton yang dipenuhi dari stok carry over bulan sebelumnya sebesar 62,5 ribu ton ditambah potensi produksi daging sapi/kerbau lokal dan bakalan sebanyak 779,7 ribu ekor (setara dengan 137,5 ribu ton) serta tambahan dari pengadaan luar negeri sebesar 69,9 ribu ton, sehingga di akhir Juni 2023 stok daging sapi/kerbau masih surplus sekitar 29,7 ribu ton.

Berdasarkan Panel Harga Pangan terpantau beberapa komoditas pangan mengalami penurunan pada periode 11 hingga 19 Juni 2023. Penurunan tersebut terjadi pada kedelai biji kering turun 0,54 persen, beras medium 0,17 persen, bawang putih bonggol 0,11 persen, daging ayam ras 0,03 persen, dan minyak goreng kemasan 0,56 persen.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain jagung di tingkat peternak 0,47 persen, daging sapi murni 0,10 persen, dan cabai rawit merah 0,15 persen. Sementara itu, untuk bawang merah, telur ayam ras, dan gula konsumsi terpantau stabil. 

Penulis: Risca l Editor: Rifai

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda