DaerahBerita

Intel Dikeroyok di Ambon, Satu Pelaku Diringkus Polisi

Ambon, Deras.id – Seorang anggota TNI Detasemen Intel Kodam Pattimura, Serka Elpriawan, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di Ambon. Salah satu pelaku pengeroyokan bernama Husen Wael alias Buce berhasil ditangkap polisi pada 6 Juni 2023.

“Yang bersangkutan ditangkap pada 6 Juni 2023,” kata Kombes Raja Arthur Simamora, Kapolres Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease saat konferensi pers, Senin (19/6/2023).

Raja mengatakan, Serka Elpriawan dianiaya oleh sejumlah orang, yakni Husen Wael alias Buce, Arman Mahu alias Arman, Dedi Nakul alias kertas dan Ramis Bakai alias Baret. Saat itu Serka Elpriawan sedang menjalankan tugasnya untuk meredakan bentrokan warga di Kecamatan Leihitu,  Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada (27/4/2023).

“Pelaku pegeroyokan Husen Wael alias Buce, Arman Mahu alias Arman, Dedi Nakul alias kertas dan Ramis Bakai alias Baret,” lanjut Kombes Raja.

Baca Juga:  Mantan Kades di Lumajang Terlibat Pencurian Sapi

Kombes Raja menjelaskan, berdasarkan penyelidikan pelaku Husen Wael alias Buce diketahui membacok korban. Arman Mahu alias Arman melakukan kekerasan terhadap korban hingga gigi korban patah , Dedi Nakul alias kertas memukul korban, sementara Ramis Bakai alias Baret memukul dan merampas senjata milik korban.

“Sejumlah pelaku memiliki peranya masing-masing ada yang merampas senjata korban hingga melakukan pemukulan serta pembacokan,” terangnya.

Dikatakan Raja, selain menangkap Husen Wael alias Buce, polisi juga sempat berusaha menangkap Ramis Bakai alias Baret di Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Namun, warga sempat mengadang petugas, sehingga Ramis melarikan diri.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat mengungkapkan, polisi hampir menangkap Ramis Bakai alias Baret di Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Namun, upaya tersebut terhalang oleh warga yang membantu pelaku melarikan diri.

Baca Juga:  Ramai Pejabat Lapor LHKPN, Kini Kekayaan Rektor PTN Jadi Sorotan

“Sempat dicokok, Baret berontak dan melawan saat akan dimasukan ke dalam mobil. Ia kemudian memprovokasi masyarakat untuk membantunya dan melakukan perlawanan kepada petugas,” kata Roem.

Kombes Roem pun meminta para pelaku pengeroyokan, termasuk Ramis Bakai alias Baret untuk segera menyerahkan diri. Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus memburu dan menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap para pelaku.

“Untuk tersangka Baret yang sudah DPO dan tersangkut beberapa kasus pidana termasuk terlibat pembacokan anggota TNI Kodam Pattimura sampai korban luka berat di Wakal, sebaiknya menyerah, karena sampai kapan pun Polri akan tetap tangkap dan proses hukum, tinggal tunggu waktu saja,” katanya.

Penulis: Putra Alam | Editor: Saiful

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda