Olahraga

Gregoria Meriska Tunjung: Tangguh namun Kurang Beruntung

Jakarta, Deras.id- Setelah memastikan tiket Olimpiade Paris 2024 usai meraih posisi runner up pada pegelaran turnamen Super 1000 All England 2024, secara mengejutkan Gregoria Mariska Tunjung kembali dikirim sebagai perwakilan tunggal putri Indonesia di ajang turnamen Super 300 Swiss Open. Datang dengan status unggulan, tim Ad Hoc Olimpiade Paris PBSI berharap Gregoria bisa menghidupkan hawa pertandingan pertandingan sekaligus memberikan kesempatan Jorji (sapaan akrab Gregoria) untuk memperbaiki capain edisi sebelumnya. 


“Gregoria secara hitung-hitungan sudah lolos, tapi ia akan berlanjut ke Swiss Open untuk terus menghidupkan hawa pertandingan,” kata Public Relation Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024 Yuni Kartika.

Jorji yang masih pada situasi hangat dan sedikit menyimpan ambisi usai kalah kontrofersial dari Akane, unggulan dari Jepang di final All England 2024, langsung tancap gas sejak babak pertama turnamen dimulai. Jorji menunjukan dominasinya dengan mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah. Hingga sampai pada partai puncak turnamen, Jorji menantang unggulan Spanyol Carolina Marin di final pada Minggu, 24 Maret 2024 malam.

Baca Juga:  Permintaan Ronaldo, Al Nassr Pecat Rudi Garcia

Gregoria kembali harus menelan pil pahit usai melakoni laga super ketat di laga final, Jorji harus mengakui keunggulan Marin melalui rubber game yang yang intens dengan skor 19-21 21-13, dan 20-22 dalam tempo 1 jam 21 menit.

Tampil dengan bentuk permainan terbaiknya, baik Jorji ataupun Marin sama-sama menunjukan kelas permainannya dengan menyuguhkan kejar-kejaran angka sejak gim pertama dimulai. Hampir tidak ada gim yang dilalui dengan mudah. Banyak rally panjang yang tersaji sehingga bola mati kerap kali ditentukan atas kesalahan sendiri.

Marin berhasil merebut gim pertama berkat penampilannya yang lebih sabar dan berhasil comeback usai interval dengan skor 21-19. Jorji membalas dengan memegang kendali permainan pada gim kedua dan sukses mengklaim kemenangan 13-21 yang membuat laga harus dilanjutkan pada set pamungkas.

Baca Juga:  Tekad Kuat Gregoria Hadapi Akane di All England

Gim penentuan berjalan lebih alot dengan saling bergantian memimpin angka. Jorji dan Marin pada gim ini setidaknya berada di skor yang sama sebanyak empat kali sebelum akhirnya deuce  tercipta setelah Marin sukses merebut poin-poin krusial dan gim puncak berhasil dibungkus oleh Marin dengan skor 22-20.

Jorji tidak bisa menutupi kesedihan atas hasil yang diperolehnya,. Ia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin namun lawannya kali ini tampil lebih baik.

“Saya kecewa dengan hasil ini. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Marin bermain lebih baik di akhir pertandingan,” kata Jorji.

Gregoria diharapkan terus termotifasi uantuk meningkatkan performa dan prestasinya di turnamen-turnamen BWF World Tour selanjutnya.

Penulis: Rizal l Editor: Apr

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda