PolitikNasional

Gibran Respons Kelakar Politik Yenny Wahid, Gibran: Mohon Arahan Bu Wakil Presiden

Jakarta, Deras.id – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merespons guyonan politik yang dilontarkan Yenny Wahid melalui akun twitternya @gibran_tweet.

Yenny Zannuba Wahid atau akrab disapa Yenny Wahid mengunggah cuitan bernada kelakar politik dengan disertai gambar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming yang tengah mengikuti karnaval dengan kostum tukang parkir.

“Ternyata petugas parkir… Kirain petugas par….,” cuit Yenny melalui twitternya, @yennywahid, Jumat (18/8/2023) kemarin.

Kelakar politik tersebut berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri terhadap para kader PDIP yang menempati posisi strategis di pemerintahan termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai petugas partai.

Gibran merespons cuitan tersebut dengan kelakar politik yang tengah hangat diperbincangkan juga mengenai Yenny Wahid yang dikabarkan masuk dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) dari Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presidennya.

Baca Juga:  Butet Kartaradjasa Sindir Pengalaman Gibran yang Jadi Cawapres Prabowo

“Siap. Mohon arahan bu wakil presiden,” cuit Gibran dalam retweetnya.

Sebagaimana diketahui, keduanya baik Gibran maupun Yenny digadang-gadang masuk dalam bursa Cawapres dalam Pemilu 2024 mendatang. Gibran diisukan masuk dalam bursa Cawapres dari Prabowo Subianto. Sementara Yenny diisukan masuk radar Cawapres dari Anies Baswedan.

Kelakar politik tersebut sontak membuat para pendukung keduanya merespons dengan tanggapan yang variatif dalam kolom komentar unggahan Gibran dan Yenny.

Ada tanggapan dengan nada positif atas kelakar Yenny dan ada juga yang menanggapinya sebagai bentuk ejekan kepada Wali Kota Solo tersebut.

“mbaakkkk… priiit!,” cuit akun twitter @blontankpoer dalam unggahan Yenny Wahid.

“Haha…. Gak apa sekalipun di bully atau di jadikan bahan ejekan, yang jelas saat ini anda wali kota dan anda jauh lebih baik dari yg membully atau mengejek anda, kenapa ? Karna tidak pernah membully, mengejek apalagi menghina orang, karena sesungguhnya anda lebih mulia dari mereka,” cuit akun twitter @sbram01, Sabtu (19/8/2023).

Baca Juga:  Buntut Penggeledahan Ruang Kerja DPRD DKI Jakarta, KPK akan Panggil Ketua dan Satu Anggota Dewan

Penulis: Fausi | Editor: Rifai

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda