NasionalBerita

Enggan Lepas Sepatu Wanita Tega Bunuh Penjaga Toko di Tangerang

Jakarta, Deras.id – Seorang wanita di Tanggerang (ND) tega menghabisi nyawa seorang penjaga toko (RA) pada Senin, (1/4/21) menggunakan sebilah pedang. Kejadian bermula setelah terjadi pertikaian karena pelaku enggan melepas sepatunya saat hendak masuk ke toko korban.

“Pelaku tak ingin melepaskan sepatu. Akhirnya pelaku tidak jadi membeli di toko korban lalu meninggalkan toko,” ujar Kapolsek Kelapa Dua Kompol Stanlly Soselisa dalam jumpa pers di Mapolsek Kelapa Dua, pada Selasa (2/4/2024).

Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Stanlly Soselisa, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ND hendak membeli baju di toko RA. Namun, ketika diminta untuk melepas sepatu, ND menolak. Ketegangan mulai terjadi, dan situasi semakin memanas ketika ND mendengar kata-kata kurang pantas dari korban saat ND hendak meninggalkan toko.

Baca Juga:  Gugatan Nurul Ghufron Dikabulkan MK, Masa Jabatan Pimpinan KPK Jadi 5 Tahun

“Namun pada saat pelaku meninggalkan tempat, pelaku mendengar kata ‘tai’ yang dikatakan korban,” lanjutnya.

Merasa tersinggung, ND kemudian mengambil sebilah samurai dari mobilnya dan kembali ke toko. Pertikaian berlanjut, dan akhirnya ND menusukkan pedang tersebut ke tubuh korban, mengakibatkan luka tusuk fatal di dada kiri dan luka-luka lainnya di wajah dan tubuh korban.

“Karena pelaku merasa terdesak, dia menuju mobil warna putih nopol B 111 NDD. Kemudian pelaku mengambil sebilah samurai terbuat besi stainless sepanjang 50 sentimeter bertuliskan ‘baton sword’ dengan sarung terbuat dari besi warna hitam dari mobil,” katanya.

“Pada tulang iga ke-8 kiri depan tampak terpotong. Pada dekat rongga dada kiri tampak terpotong. Pada dinding batang nadi sisi kiri tampak terpotong. Rongga dada kiri berisi darah 900 mililiter,” ungkap Kompol Stanlly.

Baca Juga:  Korut Siapkan Perlawanan Jika Korsel-AS Latihan Bersama

Kompol Stanlly menegaskan bahwa motif pembunuhan diduga karena sakit hati, meskipun pelaku dan korban tidak saling kenal sebelumnya. ND, yang kini ditahan oleh polisi, dihadapkan pada ancaman hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan Pasal 338 KUHP.

“Pidana ancaman 15 tahun penjara,” tutur dia.

Polisi juga sedang menelusuri asal muasal pedang yang digunakan dalam pembunuhan tersebut, yang disebut sebagai Baton Sword. Meskipun demikian, belum diketahui dengan pasti mengapa ND membawa senjata tajam tersebut di mobilnya dan seberapa sering senjata itu dibawanya ke luar rumah.

“Untuk sementara kita masih lakukan pendalaman ya untuk dibawa setiap saat atau tidak. Nanti kita sampaikan kembali,” ujarnya.

Penulis: Putra Alam | Editor: Saiful

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda