PolitikBerita

Cawapres Prabowo belum Diumumkan, Golkar: Masih Blank

Advertisement

Jakarta, Deras.id – Partai Golkar sebagai anggota koalisi pengusung calon presiden (Capres) Probowo Subianto menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada jadwal pertemuan para ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk membahas Cawapres Prabowo Subianto.

Golkar menyebut masih blank, sehingga KIM belum mengumumkan Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Kalau kita punya grup Sekjen tidak ada informasi, masih blank,” ujar Sekjen Golkar Lodewijk F. Paulus di Jakarta, Jumat (20/10/2023).

Lodewijk menjelaskan bahwa saat ini Golkar sedang fokus mengikuti rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-59. Sehingga agenda Golkar masih cukup padat dalam beberapa hari ke depan.

“Golkar saja ulang tahun hari ini tanggal 20 kan sakral, ya toh. Terus siang kita ada tumpengan, hari Sabtu baru kita Rapimnas baru tanggal 31 kita ramai-ramai hiburan,” jelas Lodewijk.

Baca Juga:  Kang Emil Tutup Sementara Masjid Al Jabbar, Kenapa??

Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan tersebut mengatakan bahwa hari ini akan ada tasyakuran HUTke-59 Golkar. Namun acara tersebut hanya untuk internal Partai Golkar. 

Advertisement

“Ya lebih kepada internal sih (acara syukuran HUT) senior-senior Partai Golkar ya tergantung, yang disebut senior siapa,” kata Lodewijk.

Lebih lanjut Lodewijk menyampaikan bahwa pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU sampai tanggal 25 Oktober 2023.

Baca Juga:  Prabowo Bertemu Khofifah, PKB: Tak Khawatir, Kalau Perlu Gabung

Menurutnya, masih ada cukup waktu untuk pimpinan partai koalisi pendukung Prabowo Subianto untuk membahas dan menentukan sosok Cawapres Koalisi Indonesia Maju.

Advertisement

“Yang jelas kan batasnya tanggal 25 itu aja, masih ada 5 hari teman-teman wartawan itu diolah perasaannya, emosinya,” ucap Lodewijk.

Selain itu, ia juga menepis anggapan pertemuan ketua umum partai politik KIM menunggu Jokowi pulang dari luar negeri.

Menurutnya, Jokowi bukan ketua umum partai politik pendukung Prabowo, sehingga tidak ada hubungannya.

“Nggak tahulah, dalam konteks ini sih bukan karena Pak Jokowi. Pak Jokowi bukan ketum, ya kita tunggu saja,” pungkasnya.

Penulis: Diraf l Editor: Rifai

Show More

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda