NasionalBerita

Cacar Monyet Menyebar lewat Droplet, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Jakarta, Deras.id – Ketua Satgas Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Hanny Nilasari mengimbau agar warga kembali menggunakan masker setelah diketahui virus Mpox dapat menyebar melalui droplet.

“Terduga bahwa juga bisa ditularkan melalui droplet,” kata Hanny dalam konferensi pers secara daring kepada wartawan, dikutip Rabu (8/11/2023).

Dalam penjelasannya, Hanny menyampaikan bahwa kasus cacar monyet membuat penderitanya mengalami kondisi seperti demam, sariawan, batuk, lesu hingga menggigil.

Diketahui, di area rongga mulut dan bagian di dalam mulut para pengidap cacar monyet terdapat lesi (kerusakan jaringan) yang diketahui menjadi salah satu gejala cacar monyet. Cairan/droplet yang berasal dari lesi tersebut yang dikhawatirkan dapat menjadi media penularan virus cacar monyet ketika pengidapnya batuk.

Baca Juga:  KAI Resmikan Blambangan Ekspres, Jalur Ketapang Semarang Tanpa Transit

“Sehingga pada saat pasien melakukan komunikasi yang sangat dekat dengan waktu yang relatif sangat lama, dan kemudian dropletnya itu bisa menularkan,” ujarnya.

“Jadi adanya lesi bisa di area kulit itu memudahkan virusnya jadi berpindah dari satu orang ke orang lain,” imbuh Hanny.

Atas kondisi tersebut, Satgas Mpox IDI memberikan anjuran kepada masyarakat untuk kembali menggunakan masker. Meskipun anjuran tersebut sifatnya tidak terlalu mendesak, dr. Hanny menyebut langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus cacar monyet di Indonesia.

“Memang tidak menjadi sesuatu hal yang sangat prioritas untuk penggunaan masker, tetapi masih dianjurkan,” pungkas Hanny.

Sebelumnya, kasus cacar monyet atau Monkeypox di Indonesia alami peningkatan. Tercatat hingga Senin (6/11/2023), 34 kasus cacar monyet teridentifikasi terjadi di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Dianugerahi Penghargaan Perdamaian Internasional

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap 34 kasus cacar monyet yang terjadi mayoritas penyebarannya melalui aktivitas seksual menyimpang, lelaki seks lelaki (LSL) dan para pengidap HIV. Dia menjelaskan rata-rata pengidap cacar monyet adalah laki-laki dengan rentang usia 18 hingga 49 tahun.

Penulis: Fausi | Editor: Rifai

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda