BeritaNasional

Biden Beri USD 20 M untuk Biaya Infrastruktur di Indonesia

Bali, Deras.id – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan akan mendukung pembiayaan infrastruktur di Indonesia baik pada sektor publik maupun swasta senilai USD 20 Miliar. Tidak sendiri, AS juga menggandeng negara mitra lainnya seperti Jepang, instiusi keuangan dunia, dan pihak swasta melalui kemitraan Just Energy Trasition Partnership (JETP) sebagai proyek baru Partnership for Global Infrastructure and Invesment (PGII).

“Pemerintah AS secara resmi mengumumkan proyek baru PGII antara lain kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang memobilisasi USD 20 miliar pembiayaan sektor publik dan swasta untuk Indonesia, Indonesia Millenium Challenge Corporation (MCC) Compact yang telah berhasil meluncurkan USD 698 juta, Trilateral Support for Digital Infrastructure melalui kemitraan Australia dan Jepang dalam mendukung proyek digital, mengamankan rantai pasokan mineral kritis di Brasil, pengembangan energi surya di Honduras, dan investasi dalam infrastruktur kesehatan India,” tuturnya dikutip Deras.id dari Website ekon.go.id, Rabu (16/11/2022).

PGII merupakan upaya kolaboratif yang beranggotakan 7 negara yakni AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis untuk mendukung infrastruktur nengara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Forum ini dimulai pada Juni 2021 dan akan dilaksanakan sampai lima tahun ke depan dengan menginvestasikan USD 600 M dalam bentuk pinjaman dan hibah.

Pertemuan PGII dilaksanakan di sela-sela perhelatan KTT G20 di Bali yang dihadiri beberapa pihak. Mereka adalah Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen menjadi tuan rumah bersama sekelompok pemimpin negara G20 yakni Jepang, Jerman, Korea Selatan, Senegal, Kanada, Argentina, Inggris dan India.

Proyek ini dinilai Presiden Joko Widodo sebagai hal positif yang harus didukung sehingga infrastruktur negara berkembang semakin baik. Menurutnya PGII juga merupakan langkah agar negara-negara berkembang semakin siap dalam menghadapi tantangan global dengan kondisi yang tak menentu. Tidak hanya itu, Jokowi juga memberi catatan kepada seluruh masyarakat negara terkait agar mendukung upaya ini sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

“Pembangunan infrastruktur perlu memberdayakan masyarakat dan ekonomi setempat agar memiliki rasa kepemilikan tinggi disertai dukungan bagi negara berkembang untuk membangun kapasitas dan kemampuan mandiri. Dengan demikian negara berkembang dapat lebih tangguh menghadapi tantangan global di masa mendatang,” ujar Jokowi.

Seperti diketahui, KTT G20 dilaksanakan sejak 15 November dan berakhir hari ini. Forum yang dihadiri hampir seluruh pimpinan 20 negara maupun delegasi yang mewakili tersebut diharap menjadi ruang untuk semakin mempercepat pemulihan ekonomi, salah satunya akibat Covid-19.

Penulis: Risca │Editor:Ifta

Show More

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda