DaerahBerita

Basarnas Terus Lakukan Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Humbahas

Advertisement

Humbahas, Deras.id, – Tim penyelamat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus berupaya mencari 10 orang yang masih hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor di Desa Simangulampe, Baktiraja, Humbahas, Sumatra Utara, pada Selasa (5/12/2023). Basarnas mengerahkan tim penyelam di Danau Toba untuk melakukan pencarian, namun air yang keruh akibat material longsor membuat jarak pandang penyelam hanya 30 sentimeter di kedalaman 6-7 meter.

“Dari hasil penyelaman tadi, kita analisa bahwa kedalaman ada 7 meter dan air sangat keruh di tepian Danau Toba sehingga menyulitkan tim penyelam,” kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiono, Selasa, (5/12/2023)

Kepala Kantor SAR Medan menyatakan bahwa hasil penyelaman sebelumnya menunjukkan kesulitan akibat air yang sangat keruh di tepian Danau Toba. Meskipun demikian, Basarnas akan melanjutkan pencarian pada Rabu (6/12/2023) dengan membagi tiga tim di perairan Danau Toba, di sekitar batas jalan hingga pinggiran Danau Toba, dan di batas jalan dan perbukitan sumber longsor.

“SRU II melakukan pencarian menggunakan alat berat ekskavator dan didampingi tim scouting darat di area batas jalan menuju tepi danau, dan SRU III melakukan pencarian menggunakan alat berat ekskavator dan didampingi tim scouting darat di area batas jalan menuju arah bukit. Selain itu tim nanti juga akan dibantu anjing pelacak dari pihak kepolisian,” kata Budiono.

Cuaca berawan dan hujan di Humbahas membuat Basarnas menunda pencarian pada Selasa, dan mereka akan melanjutkan usaha pencarian pada hari berikutnya ketika cuaca bersahabat. Sebelumnya, tim gabungan telah menemukan dua korban dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 10 orang lainnya masih hilang.

“Tim SAR gabungan melakukan perluasan pencarian korban. Saat ini masih ada 10 orang yang dinyatakan hilang,” sebut Budiono.

Advertisement

Sebanyak 535 relawan turut serta dalam operasi pencarian menggunakan perahu Landing Craft Boat (LCB) dan aqua eye, serta dilakukan penyelaman oleh tim Basarnas Spesial Group (BSG). Tim SAR gabungan juga melakukan perluasan pencarian dengan menurunkan peralatan mountaineering dan satu unit drone dilengkapi teknologi pembaca suhu untuk mendukung pencarian melalui udara. Proses pencarian masih dihadapkan pada kesulitan akibat material bebatuan yang terbawa banjir dan longsor.

Penulis: Putra Alam | Editor: Saiful

Advertisement

Show More

Berita Terkait

Back to top button

Adblock Detected

Mohon Matikan AdBlock di Browser Anda