Lamongan, Deras.Id — SD Negeri Blumbang menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui SIPASAR (Serunya IPAS Pakai Augmented Reality) untuk meningkatkan minat, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pembelajaran IPAS di sekolah dasar yang kerap menghadapkan siswa pada materi abstrak dan kompleks. Konsep seperti tata surya, ekosistem, struktur bumi, proses fotosintesis, hingga berbagai peristiwa sosial dan sejarah tidak selalu mudah dipahami apabila hanya disampaikan melalui teks, gambar, atau metode ceramah.
Melalui SIPASAR, siswa diajak belajar dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) yang mampu menghadirkan objek virtual tiga dimensi ke dalam lingkungan belajar. Siswa dapat mengamati, mengeksplorasi, memperbesar, memutar, hingga memahami simulasi objek pembelajaran secara lebih interaktif.
“Pembelajaran IPAS tidak cukup hanya membuat siswa menghafal konsep. Siswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan memungkinkan mereka mengeksplorasi materi secara langsung,” demikian konsep yang mendasari pengembangan SIPASAR di SD Negeri Blumbang.
Kebaruan SIPASAR terletak pada integrasi teknologi AR ke dalam modul dan bahan ajar IPAS yang sebelumnya belum diterapkan di SD Negeri Blumbang. Media yang semula bersifat statis dikembangkan menjadi lebih interaktif melalui objek virtual 3D sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara visual, kinestetik, dan kolaboratif.
Penerapan SIPASAR dilakukan melalui sejumlah tahapan. Pertama, guru menyiapkan konten pembelajaran dan trigger AR yang diintegrasikan ke dalam modul cetak maupun digital. Kedua, sekolah memberikan pelatihan internal kepada guru agar mampu mengoperasikan sekaligus mengembangkan media pembelajaran berbasis AR secara mandiri.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan pembelajaran interaktif. Siswa menggunakan perangkat yang tersedia untuk mengakses konten AR, mengeksplorasi objek 3D, kemudian mendiskusikan hasil pengamatan secara berkelompok. Proses pembelajaran dilanjutkan dengan evaluasi melalui kuis interaktif, penilaian proyek, serta angket untuk mengetahui motivasi dan kepuasan siswa.
SIPASAR juga diarahkan menjadi inovasi yang berkelanjutan. Sekolah melakukan pemantauan terhadap perkembangan literasi sains dan sosial siswa serta mengintegrasikan kebutuhan pengembangan inovasi ke dalam perencanaan dan penganggaran sekolah.
Dari sisi siswa, inovasi ini ditargetkan mampu meningkatkan minat belajar hingga 85 persen. Sementara bagi guru, SIPASAR diharapkan meningkatkan kompetensi digital dengan target 90 persen guru mampu mengembangkan konten AR secara mandiri.
Adapun keluaran inovasi mencakup modul pembelajaran IPAS dengan trigger AR untuk 10 topik inti kelas IV hingga VI, video tutorial penggunaan teknologi AR, bank soal interaktif, serta dokumen praktik baik dan modul ajar yang telah diperbarui.
Dalam jangka lebih lanjut, SIPASAR menargetkan peningkatan rata-rata nilai ulangan harian IPAS sebesar 30 persen, peningkatan motivasi dan partisipasi aktif siswa hingga 85 persen, serta terbentuknya budaya digitalisasi pembelajaran di lingkungan sekolah.
Melalui SIPASAR, SD Negeri Blumbang berupaya menjadikan teknologi bukan sekadar pelengkap pembelajaran, tetapi sebagai sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar IPAS yang lebih konkret, interaktif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Inovasi tersebut juga membuka peluang untuk direplikasi di sekolah lain sebagai bagian dari penguatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Penulis: AW
