Lamongan, Deras.Id – Puskesmas Babat menghadirkan inovasi SAHABAT (Suara Kesehatan Bersama Puskesmas Babat) sebagai upaya memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui media digital. Program ini memanfaatkan fitur live podcast di Instagram untuk menyampaikan informasi kesehatan yang akurat, mudah dipahami, sekaligus membuka ruang diskusi interaktif antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Inovasi ini lahir sebagai respons terhadap perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Penyuluhan kesehatan secara tatap muka, leaflet, maupun poster dinilai belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok usia produktif yang lebih aktif mengakses media sosial. Di sisi lain, maraknya informasi kesehatan yang tidak terverifikasi di internet meningkatkan risiko masyarakat terpapar hoaks yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan.
Melalui SAHABAT, Puskesmas Babat menghadirkan kanal komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Dalam setiap sesi siaran langsung, dokter, perawat, bidan, ahli gizi, maupun tenaga kesehatan lainnya membahas berbagai topik kesehatan, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, gizi, kesehatan jiwa, hingga isu kesehatan musiman. Masyarakat juga dapat mengajukan pertanyaan secara langsung melalui kolom komentar dan memperoleh jawaban dari tenaga kesehatan yang kompeten.
Kepala Puskesmas Babat mengatakan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan promotif dan preventif berbasis teknologi informasi. Menurutnya, edukasi kesehatan harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar informasi yang benar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat.
Pelaksanaan SAHABAT diawali dengan penyusunan kalender siaran berdasarkan isu kesehatan prioritas, hasil surveilans penyakit, serta masukan masyarakat melalui media sosial. Setelah siaran selesai, rekaman kemudian diolah menjadi video pendek (reels) dan disimpan pada fitur highlight Instagram sehingga dapat diakses kembali oleh masyarakat kapan saja. Langkah ini membuat materi edukasi memiliki manfaat yang lebih panjang dan dapat menjangkau masyarakat yang tidak sempat mengikuti siaran langsung.
Program ini juga dilengkapi dengan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pelaksanaan. Indikator yang digunakan meliputi peningkatan pemahaman peserta melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, penyelenggaraan live podcast minimal satu kali setiap bulan, meningkatnya interaksi masyarakat selama siaran, pertumbuhan jumlah pengikut akun Instagram resmi Puskesmas Babat, serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap konten edukasi yang ditargetkan mencapai 85 persen.
Sejak diterapkan, SAHABAT memberikan dampak positif terhadap komunikasi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Babat. Masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi sekaligus berkonsultasi secara langsung dengan tenaga kesehatan. Kehadiran inovasi ini juga membantu mengurangi penyebaran informasi yang keliru, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Puskesmas, serta mendorong terbentuknya budaya bertanya dan berdiskusi mengenai kesehatan secara terbuka.
Ke depan, Puskesmas Babat berencana mengembangkan SAHABAT ke berbagai platform digital lain seperti TikTok, YouTube, dan Spotify agar jangkauan edukasi semakin luas. Penguatan kapasitas tim dalam produksi konten digital serta kolaborasi dengan kader kesehatan juga akan terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program.
Melalui inovasi SAHABAT, Puskesmas Babat menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat promosi kesehatan. Edukasi yang interaktif, mudah diakses, dan berbasis informasi yang kredibel diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mendukung terwujudnya masyarakat Babat yang lebih sehat dan berkualitas.
Penulis: AW
