Lamongan, Deras.Id – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital terus dilakukan oleh SD Negeri Wedoro melalui inovasi BERLIAN BARCODE (Belajar Literasi dan Numerasi Berbasis Barcode). Program ini menghadirkan terobosan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi QR Code dan aplikasi Assemblr EDU untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Inovasi BERLIAN BARCODE lahir sebagai respons terhadap tantangan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah dasar yang selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional berbasis buku teks dan lembar kerja. Pola pembelajaran tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan siswa generasi digital yang lebih tertarik pada pembelajaran visual, interaktif, dan berbasis teknologi.
Melalui BERLIAN BARCODE, lingkungan sekolah diubah menjadi ruang belajar digital. Berbagai titik strategis seperti taman sekolah, perpustakaan, dan ruang terbuka dimanfaatkan sebagai zona pembelajaran dengan memasang QR Code yang berisi materi, soal, serta tantangan literasi dan numerasi. Siswa cukup melakukan pemindaian menggunakan perangkat digital untuk mengakses konten pembelajaran secara langsung.
Kepala SD Negeri Wedoro menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. “BERLIAN BARCODE bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mengubah cara siswa belajar menjadi lebih aktif, mandiri, dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi melakukan eksplorasi dan menyelesaikan tantangan pembelajaran,” ujarnya.
Keunggulan utama program ini terletak pada integrasi teknologi digital berbasis Augmented Reality (AR) melalui Assemblr EDU. Materi literasi dan numerasi dikemas dalam bentuk visual interaktif sehingga konsep yang sebelumnya sulit dipahami dapat disajikan lebih konkret dan mudah diterima siswa.
Selain itu, BERLIAN BARCODE menerapkan konsep gamifikasi melalui sistem tantangan, poin, dan skor. Pendekatan tersebut mendorong munculnya motivasi belajar serta menciptakan kompetisi positif antar siswa. Pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa merasa sedang bermain sekaligus belajar.
Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Guru terlebih dahulu menyusun konten pembelajaran berbasis konteks kehidupan nyata, kemudian mengubahnya menjadi media digital menggunakan Assemblr EDU dan QR Code. Setelah itu, siswa melakukan eksplorasi zona belajar, mengerjakan tantangan secara individu maupun kelompok, serta mengikuti evaluasi dan refleksi bersama guru.
Program BERLIAN BARCODE juga mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik. Konten pembelajaran dapat diperbarui secara berkala sesuai kebutuhan siswa, karakteristik lingkungan sekolah, serta tingkat kemampuan masing-masing peserta didik.
Melalui implementasi inovasi ini, SD Negeri Wedoro menargetkan sebanyak 85 persen siswa mengalami peningkatan kemampuan literasi dan numerasi setelah mengikuti pembelajaran berbasis barcode. Selain itu, kegiatan pembelajaran digital ditargetkan berlangsung minimal dua kali setiap minggu dan seluruh guru mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis QR Code serta teknologi digital.
Dari sisi efisiensi, BERLIAN BARCODE turut mendukung gerakan pembelajaran ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan bahan ajar cetak. Sistem pembelajaran digital memungkinkan sekolah mengembangkan bahan ajar yang lebih fleksibel, hemat, dan mudah diperbarui.
Dengan hadirnya BERLIAN BARCODE, SD Negeri Wedoro tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun budaya belajar yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi model pembelajaran digital yang dapat direplikasi oleh sekolah lain di Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan modern dan berkualitas.
Penulis: AW
