JELITA 4JET DORONG BUDAYA LITERASI DIGITAL SISWA SDN 4 JETIS

Lamongan, Deras.Id – SDN 4 Jetis menghadirkan inovasi JELITA 4JET sebagai upaya membangun budaya literasi digital yang terarah, menarik, dan berkelanjutan bagi peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Inovasi tersebut lahir dari kondisi masih rendahnya kebiasaan membaca siswa. Berdasarkan survei internal sekolah tahun 2025, sebanyak 65 persen siswa membaca kurang dari 10 menit per hari, sementara 72 persen siswa lebih memilih menonton video dibandingkan membaca. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sekolah untuk mengarahkan pemanfaatan perangkat digital dari sekadar hiburan menjadi sarana belajar yang edukatif dan produktif.

JELITA 4JET dikembangkan dengan mengintegrasikan budaya baca dan teknologi melalui berbagai konten digital, seperti buku elektronik, video interaktif, kuis, serta karya siswa. Seluruh konten dapat diakses secara mudah melalui QR Code yang tersedia di ruang kelas dan platform digital berbasis Google Sites.

Salah satu bagian penting dalam inovasi ini adalah perpustakaan digital KAWINDRA, yang menjadi pusat akses berbagai sumber literasi bagi warga sekolah. Kehadiran KAWINDRA diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan sekaligus memberikan pengalaman membaca yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua. Guru mendapatkan media dan strategi pembelajaran literasi digital yang interaktif, sedangkan orang tua didorong untuk berperan dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara aman dan produktif di rumah.
Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui konsep literasi digital berbasis komunitas, antara lain tantangan literasi harian dan mingguan, Reading Challenge, serta kelas literasi digital bagi siswa dan orang tua. Dengan demikian, pembiasaan literasi tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SDN 4 Jetis melalui program JELITA 4JET juga mendorong pelaksanaan Literasi Pagi Digital sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk membaca, memahami informasi, mengikuti kuis interaktif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Implementasi inovasi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pemetaan kebutuhan dan kemampuan literasi digital siswa, pemetaan sarana prasarana, serta pembentukan Tim Pengelola Literasi Digital Sekolah. Tahap berikutnya berupa pengembangan platform KAWINDRA dan penyediaan QR Code pada ruang kelas.

Setelah itu, sekolah melaksanakan pembiasaan melalui Literasi Pagi Digital, Reading Challenge, dan kelas literasi digital. Evaluasi dilakukan dengan memantau durasi membaca dan pemahaman siswa terhadap konten melalui kuis interaktif serta analitik digital.

JELITA 4JET ditargetkan mampu meningkatkan budaya literasi digital secara berkelanjutan, keterampilan literasi informasi, kemampuan memahami informasi secara kritis, serta kecakapan digital siswa. Program ini juga diharapkan menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan inklusif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui inovasi tersebut, SDN 4 Jetis tidak hanya berupaya meningkatkan frekuensi membaca siswa, tetapi juga membentuk generasi yang mampu mengakses, memahami, menilai, dan menggunakan informasi digital secara bijak dan produktif.

Ke depan, pengalaman pelaksanaan JELITA 4JET diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi oleh sekolah dasar lainnya dalam membangun ekosistem literasi digital yang terintegrasi antara sekolah, siswa, guru, dan keluarga.

Penulis: AW

Exit mobile version