Lamongan, Deras.Id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan meluncurkan inovasi SIGAP SELAMAT (Sistem Informasi Gerak Cepat Aduan Perlintasan untuk Keselamatan) sebagai sistem pelaporan dan pengawasan digital guna meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api serta mempercepat respons terhadap potensi bahaya di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus menekan dampak sosial dan ekonomi akibat kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. SIGAP SELAMAT memungkinkan laporan kondisi darurat maupun kerusakan fasilitas diterima secara real-time sehingga dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan respons yang lebih cepat, risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan SIGAP SELAMAT sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengenai percepatan peningkatan keselamatan perlintasan sebidang, serta mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018.
Sebelum inovasi tersebut diterapkan, Kabupaten Lamongan memiliki 80 perlintasan sebidang yang terdiri atas 50 perlintasan resmi dan 30 perlintasan tidak resmi. Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Dishub Lamongan melakukan rasionalisasi dengan menutup 30 perlintasan yang tidak efektif sehingga pengawasan difokuskan pada 50 titik strategis.
Selain itu, pemerintah daerah terus memperkuat sarana keselamatan. Hingga tahun 2026 telah tersedia 37 palang pintu otomatis, sembilan palang pintu manual, 50 petugas jaga yang terdiri atas 22 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 28 tenaga alih daya, serta 60 relawan keselamatan yang membantu pengawasan di lapangan.
Meski demikian, evaluasi pada periode 2023–2025 menunjukkan masih terjadi kecelakaan di sejumlah perlintasan sebidang. Hasil evaluasi mengungkap sejumlah kendala, antara lain lambatnya pelaporan kerusakan fasilitas, belum terintegrasinya laporan masyarakat, serta belum optimalnya pemantauan kondisi perlintasan secara real-time.
Melalui SIGAP SELAMAT, masyarakat, petugas jaga, dan relawan dapat menyampaikan laporan secara cepat melalui QR Code yang terhubung dengan basis data digital, dashboard monitoring, dan sistem notifikasi. Seluruh laporan diteruskan kepada petugas teknis untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensinya.
“Inovasi ini tidak hanya mempercepat pelaporan, tetapi juga menyediakan data yang akurat sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di perlintasan sebidang,” ujarnya.
Menurut dia, sistem tersebut juga mendukung pengawasan terhadap kedisiplinan petugas jaga, mempercepat penanganan kerusakan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap SIGAP SELAMAT mampu menurunkan angka kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus mengurangi kerugian sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Upaya tersebut dinilai penting karena kecelakaan lalu lintas tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi menghilangkan sumber penghasilan keluarga dan memunculkan kemiskinan baru.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis digital dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis: AW
